Mirza Adityaswara: Inflasi Tinggi Bisa Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang

- Redaksi

Selasa, 21 November 2017 - 10:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Jakarta – Mengutip dari pernyataan Presiden RI Joko Widodo, bahwa dalam dua tahun terakhir, laju Inflasi secara nasional berada dalam kisaran 3%. Hal ini berarti Indonesia sudah memasuki era inflasi rendah. Hal tersebut diungkapkan olehnya saat memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi bulan Juli 2017.

Inflasi sendiri menjadi penyakit ekonomi apabila tidak dijaga pada level yang rendah dan stabil. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan dalam Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017 yang berlangsung di Grand Sahid Jaya Hotel Jl. Jenderal Sudirman Kav. 86, Karet Tengsin, Jakarta Pusat hari Senin(20/11), bahwa yang harus diperhatikan adalah menjaga stabilitas nilai rupiah.

Baca Juga :  Yuddy Renaldi Mundur dari Kursi Dirut Bank BJB, Ada Apa?

“Hal itu tercermin dari dua hal, yaitu inflasi stabil, dan nilai rupiah stabil,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mirza menambahkan, jika banyak devisa yang masuk ke Indonesia, nilai rupiah juga akan stabil. Namun kenyataannya, apa yang mempengaruhi inflasi adalah devisa yang sering keluar masuk Indonesia. Menurutnya, hal tersebut banyak terjadi di beberapa sektor.

Baca Juga :  BI Mendorong Perbankan untuk Mengubah Kartu ATM Pita Magnetik dengan Chips

“Inflasi adalah pergerakan harga bukan tentang satu harga, tapi dari berbagai ratusan jenis produk sehingga penting untuk ketersediaan suplai barang tersebut dengan jumlah yang cukup. Untuk itulah Bank Indonesia mau tidak mau harus berbicara sektor riil,” jelasnya.

Lanjut Mirza, inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dengan tingginya inflasi, maka bisa menurunkan daya beli masyarakat dan kesenjangan pendapatan yang melebar. Selain itu, inflasi yang tinggi juga bisa menghambat investasi produktif, keinginan menyambung, serta menyebabkan pelaku ekonomi lebih terdorong melakukan investasi jangka pendek.

Baca Juga :  Jokowi Inginkan BIJB Terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban

“Kalau sudah begini, inflasi yang tinggi bisa menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” jelasnya.

Menurut Mirza, pihaknya memiliki tim pengendali inflasi daerah yang berbicara tentang ketersediaan barang. Tim tersebut mengkaji tentang terkaitnya harga yang sering berpengaruh terhadap pergerakan inflasi, seperti harga bahan pangan dan administrasi produk.

“Dengan adanya pengendalian terhadap inflasi, hingga akhir tahun nanti diperkirakan akan mendapatkan angka 3,0%-3,5% inflasi,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
Warga Bekasi Galang Rp2,1 Miliar, Bangun Rumah Sakit di NTT
Adira Finance Satukan Operasional Mandala, Perluas Layanan Pembiayaan
DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Warga Bekasi Galang Rp2,1 Miliar, Bangun Rumah Sakit di NTT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Adira Finance Satukan Operasional Mandala, Perluas Layanan Pembiayaan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog

Berita Terbaru

Teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dan Super AI Cockpit yang dikembangkan OMODA & JAECOO untuk menghadirkan pengalaman parkir otomatis dan interaksi cerdas antara kendaraan dan pengguna. Kedua teknologi tersebut akan diuji dalam ajang International User Summit di China pada 19–21 Oktober 2026.

Otomotif

OMODA & JAECOO Uji Teknologi Parkir Otomatis dan AI di China

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:43 WIB