Jelang Ramadhan, Volatile Food Selalu Alami Kenaikan Harga

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Menjelang datangnya hari raya keagamaan, seperti Lebaran dan Natal, harga volatile food selalu mengalami kenaikan. Bahkan di akhir tahun 2017 lalu, kenaikan volatile food mencapai 30% – 40%.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon mengatakan, kenaikan harga volatile food seperti beras, cabai, bawang, dan lainnya, masih bertahan hingga Februari 2018. Kemudian harga kembali turun di bulan Maret. Namun, karena akan datangnya Bulan Ramadhan, kemungkinan harga akan naik kembali.

“Pengaruh sembako sangat tinggi terhadap kenaikan harga, apalagi menjelang datangnya hari raya keagamaan seperti Lebaran dan Natal,” jelasnya saat ditemui awak media usai sidak harga pasar di Pasar Jagasatru, Pekalipan, Kota Cirebon, Rabu (2/5).

Rawindra menjelaskan, harga bahan pangan selain volatile food, masih dalam tahap wajar. Namun, pihaknya bersama pemerintah Kota Cirebon juga tetap akan memantau harga pasar, apalagi menjelang datangnya Bulan Ramadhan.

“Biasanya, jelang bulan puasa ini akan ada kenaikan. Harga beras meningkat, dan lainnya juga akan meningkat. Makanya, tetap kita akan pantau terus,” jelasnya.

Saat ini, demi menjaga kestabilan harga pangan terutama menjelang datangnya bulan Ramadhan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon menggelar pasar murah khusus komoditas pangan selama dua hari, yakni Rabu (2/5) dan Kamis (3/5). Hal ini bertujuan agar harga pangan jelang Ramadhan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

“Kita adakan pasar murah sebelum Ramadhan, karena ditakutkan harganya akan naik. Selama Ramadhan pun kita akan tetap mengadakan pasar murah,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Comment