oleh

Milik PJT,  Situ Cibeurum Belum Bisa Dikelola Maksimal Pemerintah

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Jarum jam sudah menunjuk pukul 11.00. Deretan warung di tepian Situ Cibeureum, Tambun Selatan, Bekasi, masih terlihat minim pengunjung. Hanya satu dua remaja nampak bercengkerama di sana.

Jika warung ramai pengunjung menjadi indikasi banyak pelanggan warung yang ingin menikmati suasana alami di Situ Cibeureum. Deretan warung itu di tepian situ dan jalan desa yang mengitari sebagian area situ.


Situ Cibeureum berada dalam desa, yaitu Desa Lambangsari dan Desa Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Untuk masuk ke Situ Cibeureum tidak ada pintu gerbang keluar-masuk. Pengunjung hanya bisa melalui jalan desa yang sudah dibeton sebagai penanda masuk ke situ tersebut. Lebarnya cukup untuk melintas kendaraan roda empat.

Situ Cibeurum memang menjadi magnet dan ditetapkan sebagai destinasi wisata lokal oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. 

Namun sayangnya kepemilikan kewenangan Situ itu merupakan tanggung jawab pengelolaan Perum Jasa Tirta II. Hal ini menjadi polemik untuk pengembangan wisata. 

Kepala Desa Lambang Jaya,  Kimblan Sahroni menilai Situ Cibeurum bisa mendorong ekonomi masyarakat dalam bidang wisata. 

“Menurut informasi kan masih belum jelas kepemilikan nya, katanya punya pengairan, sekarang lagi di godok di pusat, supaya diakuin sama pusat, setelah pusat (sudah mengakui) kan nanti di serahkan ke Pemda (Kabupaten Bekasi),” jelas Kimblan 

Kimblan menyatakan, jika kepemilikam Situ Cibeurem jatuh ditangan Pemerintah Pusat, swakelola Situ Cibeurem sendiri akan otomatis menjadi kewenangan Pemdes Lambang Jaya. 

“Menurut informasi (setelah sampai ke pemerintah pusat), katanya akan diserahkan ke Kabupaten (Bekasi), Kabupaten secara otomatis sewa kelola nya ke pihak desa. Kan memang kita harapkan banget (kepemilikan Situ Cibeurem, red),” harap Kimblan.

Harapan Pemdes untuk bisa menjadi pengelola Situ Cibeurem karena diyakini menjadi sumber kehidupan bagi desa dan masyarakat setempat. Misalkan para warga sekitar bisa berdagang disekitar Situ. “Artinya buat warga kita nantinya kan bisa buat dagang disitu (Situ Cibeurem),” ungkapnya.

Dalam mengambil langkah untuk swakelola Situ Cibeurem, kata Kimblan, dirinya sudah menyiapkan rencana yang mendalam. Seperti cara mengelola, objek wisata dan anggaran untuk mengelola Situ hingga membuat peraturan yang mengatut Situ Cibeurem, seperti Perdes.

“Misalkan sudah diserahkan dari Pemda ke desa, kita kan kelola nya enak. Mau nanti buat pariwisata desa, trus kalo udah di kelola desa kan artinya di serahkan (dari) Kabupaten ke kita (Pemdes). Mau bikin Perdes (Peraturan desa) nya kek. Misalnya untuk masuk bayar Rp1 ribu gitu. Sarana nya kita keloka dengan apa misalnya, APBN kalo boleh atau APBD kalo boleh. Intinya ya harapan kita ya sangat-sangatlah,” ucap Kimblan.(Yto/RJN)

Komentar

News Feed