oleh

Mantan Kapolsek Pasirwangi Garut Akhirnya Muncul di Polda Jabar

RJN, Garut – Mantan Kapolsek Pasirwangi, Garut, AKP Sulman Aziz akhirnya muncul di Polda Jawa Barat. Sulman datang bersama anak dan istrinya untuk penghadapan dinas. Jabatan barunya kini adalah Kasi I Pelanggaran Subdit Gakum Ditlantas Polda Jabar.

AKP Sulman sendiri sempat ‘menghilang’ setelah membuat testimoni soal instruksi Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna yang memerintahkan bawahannya menggalang dukungan untuk Jokowi-Maruf Amin.

Anggota Polda Jabar mengecek ke kediaman AKP Sulman namun tidak ada. Nomor HP-nya juga tidak aktif.

Tapi Senin (1/4/2019) sore ini, AKP Sulman aziz sudah hadir di Polda Jabar sekira pukul 15.3 WIB.

Dengan menggunakan pakaian PDH dinas Polantas, pria yang sebelumnya menjabat Kapolsek Pasirwangi Garut langsung menghadap ke atasannya, tempat ia akan memulai tugas baru.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo membenarkan jika AKP Sulman Azis datang untuk penghadapan kerja.

“Jadi yang bersangkutan ini sejak TR turun belum melakukan penghadapan untuk berdinas di Ditlantas Polda Jabar sebagai Kasi I Pelanggaran Subdit Gakum Ditlantas Polda Jabar,” papar Kombes Trunoyudo, Senin (1/4/2019) sore.

Trunoyudo mengaku AKP Sulman telah mengklarifikasi pernyataannya pada Minggu kemarin.

“Nanti kita jelaskan, saat ini yang bersangkutan penghadapan terlebih dahulu,” jelasnya.

Sebelumnya, Sulman merasa ganjil dengan mutasi yang diterimanya pada Kamis (28/3) lalu. Saat itu, dia resmi melepas jabatan sebagai Kapolsek Pasirwangi dan berpindah tugas ke Polda Jawa Barat sebagai Kanit Seksi Pelanggaran Subdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas.

Sulman juga meyakini bahwa mutasinya tersebut diduga kuat berhubungan dengan sikap tegasnya menolak perintah Kapolres Garut melakukan penggalangan dukungan untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01.

Ia menyebut perintah itu secara langsung disampaikan Kapolres dalam forum rapat di Mapolres Garut pada Februari lalu, sebelum kegiatan deklarasi di Pasirwangi.

”Ada ancaman juga, kalau paslon itu (01) kalah di wilayah Polsek masing-masing, maka Kapolsek akan dimutasikan atau dikotakkan,” ucapnya di Kantor Lokataru, Jakarta, Minggu (31/3). (red/rjn)

Komentar

News Feed