Kuasa Tuhan, Pria Ini Selamat dari Sambaran Petir

- Redaksi

Senin, 26 Maret 2018 - 19:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Ade Diryanto (50), warga Desa Pilang Sari Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon tidak hentinya memanjatkan rasa syukur sambil terbaring di atas kasur Rumah Sakit Permata Cirebon. Pasalnya, dia selamat dari sambaran petir yang terjadi saat Sabtu (24/3) lalu.

Kejadiannya berawal saat pria yang sehari-hari berprofesi sebagai mekanik mobil ini tengah duduk bersama istri dan anaknya di sebuah warung dekat rumah Sabtu (24/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Ade menemani sang anak yang lagi makan bakso.

Tak lama kemudian hujan dengan intensitas tinggi pun mengguyur Cirebon disertai angin kencang dan petir yang berdentum keras membuat warga sekitar khawatir. Tidak lama setelah hujan mengguyur, korban selesai menemani anaknya makan bakso.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak tahu saat posisi apa, saya tiba-tiba tersambar petir dan kata istri saya tidak sadarkan diri. Saya sendiri sudah tidak ingat setelah kejadian itu, tiba-tiba saya bangun sudah di rumah sakit,” ujarnya saat ditemui awak media di Rumah Sakit Permata Cirebon, Senin (27/3).

Seingat Ade, saat suara petir menggelegar, dia langsung mematikan handphonenya dan memasukkannya ke dalam saku celana panjang.

Namun demikian, Ade mengaku tidak tahu apakah sinyal HP yang dimasukkan ke dalam saku celananya masih hidup.

“Saya matikan saja. Ternyata matikan itu maksudnya jaringan datanya dimatikan. Nah saya hanya dimatikan seperti mengunci Android saja,” jelasnya.

Kejadian yang menimpa Ade sempat membuat warga terkejut. Bahkan, sebagian menganggap korban sudah meninggal. Istri Ade, Yayah (47) mengaku, sempat membawa suami ke dalam masjid dekat balai desa tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Suami saya pas tersambar kemudian terpental jatuh ke tanah dan dalam posisi sujud. Saya panik dan nekat membawa suami saya ke masjid. Waktu itu percikan api sisa sambaran petir masih nyala di jalanan,” ungkap Yayah.

Baca Juga :  Longsor di Gunung Anaga,110 KK Dievakuasi

Saat dibawa ke dalam masjid, warga yang menolong kebingungan mengatasi korban. Yayah mengatakan, kondisi korban saat itu seperti orang sudah meninggal dunia. Namun, Yayah yakin, sang suami masih hidup sehingga dia meminta bantuan warga untuk membawa Ade ke rumah sakit.

Beruntung, beberapa jam kemudian setelah mendapatkan penanganan di UGD Rumah Sakit Permata Cirebon, tim petugas rumah sakit menyatakan sang suami masih hidup. Yayah bersama sang anak tak hentinya menangis bersyukur kalau sang suami masih diberi kesempatan hidup.

“Nangis terus tidak bisa berkata apa-apa. Hanya bersyukur dan berdoa terima kasih Allah masih diberi kesempatan hidup suami saya,” ucapnya sambil berdoa.

Baca Juga :  Begal Ibu Hamil, Rata-rata Pelakunya Remaja

Hingga saat ini, Ade masih mendapat perawatan insentif dari petugas rumah sakit. Yayah mengaku belum mengetahui kapan sang suami diperbolehkan pulang. Dari hasil pemeriksaan dokter rumah sakit, luka akibat sambaran petir yang menimpa Ade cukup parah. Bagian kanan tubuh korban penuh dengan luka bakar dan rata-rata gosong.

“Dari pipi kanan yang dekat telinga ke dada lalu tangan kanan dan sampai ke kaki bagian betis seperti melepuh, tapi paling parah di bagian dada. Saya juga tidak tahu yang tersambar bagian kaki karena ponselnya juga mati total tidak ada sinyal,” ujar Yayah.

Yayah juga menyebutkan, kondisi suami sempat menggigil kedinginan setelah mendapat penanganan dari tim medis. Hingga saat ini, Yayah masih menunggu hasil dari pemeriksaan medis terhadap kondisi terbaru sang suami.

“Kalau suami sudah semakin membaik tapi saya masih penasaran hasil medis terhadap suami saya,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Komunitas Honda Tembus 50.000 Anggota, Pesta Besar Digelar 7 November
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Komunitas Honda Tembus 50.000 Anggota, Pesta Besar Digelar 7 November

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Berita Terbaru

Direktur Ekosistem Media pada Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Farida Maharani.

Bogor

Komdigi: Takedown Konten Medsos Tak Bisa Sembarangan

Rabu, 4 Nov 2026 - 22:24 WIB

Bekasi

CCEP Pasang PLTS Atap di Bekasi, Pangkas Emisi Karbon

Rabu, 4 Nov 2026 - 22:03 WIB

Assistant IT Manager Harper Cikarang, Okky Sadewo Saktiadi (kedua dari kiri), bersama perwakilan Archipelago Hotels menunjukkan penghargaan yang diraih dalam ajang Annual IT Conference 2026 di Hotel NEO Kota Baru Parahyangan, Jawa Barat, 26–28 Oktober 2026. FOTO: DOK. HARPER CIKARANG.

Bandung

Harper Cikarang Raih Dua Penghargaan IT Conference 2026

Rabu, 4 Nov 2026 - 21:55 WIB