KRM Bekasi Tolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

- Redaksi

Senin, 18 Februari 2019 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunita Remaja Muslimah Bekasi

i

Komunita Remaja Muslimah Bekasi

RJN, Bekasi – Komunitas Remaja Muslimah Bekasi (KRM Bekasi) menyelenggarakan Meet Up 4 U vol#6 dengan tema Muslimah Doesn’t Feminism pada Sabtu (16/2) lalu di Ruko Roti Bakar Bin 9 Kranji Bekasi. Acara tersebut dihadiri oleh 34 orang dari berbagai kalangan.

Acara tersebut bertujuan untuk memahamkan Muslimah terkait Feminisme dan bahayanya. Hadir sebagai pembicara yaitu Sayyidah Khoirul Nisa, S. Si. Ia memaparkan tentang bagaimana sejarah kemunculan Feminisme sebagai sebuah gerakan yang memperjuangkan isu kesetaraan gender lahir bukan dari Islam, melainkan dari Peradaban Barat yang dulunya menindas perempuan.

Berangkat dari latar belakang itulah akhirnya perempuan-perempuan Barat membuat gerakan agar mereka terbebas dari penindasan itu dengan menuntut kesetaraan dengan laki-laki. Kaum Feminis lalu mengusung kesetaraan gender sebagai mainstream gerakan mereka.

Pembina Komunitas Remaja Muslimah Bekasi tersebut juga memaparkan beberapa aliran feminisme yang ada, seperti feminisme liberal, radikal, marxist, dan feminisme yang diusung oleh sebagian kaum Muslim yang malah keluar jauh dari pemahaman Islam yang benar karena menggunakan metode tafsir yang menyimpang.

Isu kesetaraan gender dan kebebasan yang diusung oleh para Feminist sejatinya masih abstrak, absurd, dan bias. Konsep kesetaraan gender yang diusung feminis ini jelas berbeda dengan Islam. Islam sama sekali tidak mendiskriminasi perempuan.

Namun keadilan bagi perempuan tidak berarti setara dalam segala hal. Islam memandang bahwa laki-laki dan perempaun memiliki kedudukan yang sama sebagai hamba. Laki-laki dan perempuan meiliki kewajiban yang sama untuk terikat dengan hukum syara’ yang menjadi standar perbuatan bagi seorang Muslim. Ada aturan-aturan Islam yang sama bagi laki-laki maupun perempuan ketika mereka dipandang sebagai hamba Allah.

Baca Juga :  Walikota Bekasi Terpilih Dilantik 20 September

Namun ada pula aturan yang berbeda ketika mereka dipandang sebagai laki-laki dan perempuan. Tetapi perlu kita pahami bahwa perbedaan itu sesuai dengan fitrahnya. Laki-laki dan perempuan berbeda untuk saling melengkapi.

Gerakan feminisme terus merangsek ke tengah masyarakat kita. Beberapa tahun belakangan mereka mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS). Melalui RUU P-KS ini mereka berusaha menyebarluaskan paham sesat “my body my rules” ke tengah masyarakat. Paham ini sarat dengan muatan liberal dan akan menjauhkan masyarakat dari ketundukan kepada Allah yang telah menetapkan aturan-aturan atas tubuh kita untuk kebaikan manusia itu sendiri.

Baca Juga :  Kecamatan Rawalumbu Bekasi Kirimkan 450 Peserta Dalam Ajang MTQ

Dalam Meet Up kali ini peserta aktif bertanya dan memberikan pendapatnya tentang gerakan Feminis yang memperjuangkan pengesahan RUU P-KS ini. Di akhir acara peserta yang hadir memberikan tanda tangannya sebagai bentuk sikap mereka menolak pengesahan RUU P-KS tersebut. Para peserta juga berfoto dengan membawa berbagai poster penolakan terhadap RUU P-KS.

Agenda Meet Up for U sendiri merupakan salah satu agenda yang diselenggarakan oleh KRM Bekasi. Acara yang rutin digelar setiap hari Sabtu pekan ke tiga ini hadir untuk segmen Muslimah muda yang ingin berbincang hangat terkait berbagai problematika umat. (rls/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter
Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa
Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
JTT Siagakan Layanan Operasional Trans Jawa Antisipasi Lonjakan Arus Libur Iduladha 2026
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:16 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:56 WIB

Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:36 WIB

Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:25 WIB

Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Berita Terbaru