RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sejak beberapa unit komputernya ludes dicuri maling beberapa tahun silam, SMP Negeri 1 Sedong Kabupaten Cirebon menumpang UNBK tahun ini di SMP Negeri 2 Sedong. Hal tersebut dikarenakan pemerintah belum memberikan bantuan Komputer untuk sekolah.
Menurut Wawan selaku Pegawai TU SMP Negeri 1 Sedong yang menjadi teknisi pada Panitia UNBK SMP Negeri 1 Sedong mengatakan, hanya 73 siswa yang akan mengikuti UNBK di tahun pelajaran 2018 yang akan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sedong.
“Untuk persiapan UNBK, siswa kami sudah melakukan simulasi dan tidak menemui kendala berarti, walaupun perlatan Komputer di sini hanya tinggal 1 unit komputer,” jelasnya saya ditemui awak media di kantornya, Kamis (5/4).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ditambahkan Wawan, sebetulnya dulu ada ruang Lab Komputer untuk belajar siswa, namun semuanya kini hilang dicuri maling. Pemerintah pun belum memberikan bantuan Komputer untuk sekolah. Jadi, ruangan tersebut sekarang kosong.
Sedangkan menurut Johan selaku Guru PNS yang baru pindah dari SMP Karang Sembung mengatakan, jika kondisi sekolah sangat memprihatinkan. Karena, bukan saja dari jumlah murid yang semakin berkurang, tetapi juga kalah bersaing dengan sekolah swasta yang semakin menjamur. Kondisi infrastruktur juga bisa dilihat sangat memprihatinkan.
“Di sini bangunan sekolah ada yang roboh akibat badai pada akhir tahun 2017, dan sampai sekarang tidak ada perbaikan,” pungkasnya.
SMPN 1 Sedong sendiri sempat menjadi sekolah primadona pada saat baru dibuka tepatnya sekitar awal tahun 2000-an. Bahkan siswanya berasal dari beberapa Kecamatan seperti sebagian Lemahabang, Greged, dan Beber. Namun kini, sekolah yang sedang mempersiapkan UNBK ini hanya memiliki siswa 202 orang saja, dan hanya diisi dari 2 desa yaitu Desa Putat dan Panongan.(Ymd/RJN)









