Njujug Tajug, Pentaskan Kesenian Yang Hampir Punah

- Redaksi

Minggu, 5 Januari 2020 - 19:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Cirebon, kembali menyelenggarkan Njujug Tajug yang ketiga kalinya.

Pada penyelenggaraan Njujug Tajug yang diselenggarakan di Desa Mundu Pesisir Blok Karang Gelindingan 2 Kabupaten Cirebon ini, sejumlah kesenian lokal ditampilkan.

Menurut Sekretaris Lesbumi, Agung Firmansyah mengatakan, banyak kesenian Cirebon yang hampir punah dan sudah tidak dikenal oleh masyarakat. Sehingga, pihaknya mencoba melestarikan kesenian tersebut dan kembali mengenalkan kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Caranya, kesenian tersebut kita tampilkan dalam kegiatan ini,” kata Agung, Sabtu 4 Januari 2019.

Agung mencontohkan, beberapa kesenian yang ditampilkan dalam Njujug Tajug kali ini, yaitu Cokek, Ronggeng Bugis, Lais dan Sintren.

Baca Juga :  Ribuan ASN Kabupaten Bekasi Adakan Kegiatan K3

Ia juga menyampaikan, sebenarnya banyak pesan yang terkandung dalam kesenian tersebut. Namun sayangnya, masyarakat tidak memahaminya.

Seperti halnya Ronggeng Bugis. Tari yang dipentaskan oleh penari laki-laki dengan pakaian perempuan itu, sebenarnya adalah tarian telik sandi (penyamaran).

Tari tersebut diciptakan pada zaman Sunan Gunung Jati, untuk lebih mempermudah memata-matai musuh.

“Dalam tari itu juga, terkandung nilai nasionalisme, karena tercipta untuk menciptakan dan mempertahankan kedaulatan negara,” ujar Agung.

Ketua Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Mundu, R. Moh. Albanna, menyambut baik kegiatan Njujug Tajug ini. Ia juga membenarkan, bahwa kesenian yang dipentaskan pada kegiatan ini, merupakan kesenian warisan para pendahulu.

Baca Juga :  Tol Japek II (Elevated) Resmi Menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed

Banna mengatakan, banyak nilai luhur yang bisa diambil dari kesenian-kesenian yang ditampilkan. Karena menurutnya, kesenian bisa menyatukan keragaman yang ada.

” Sehingga, kita ambil tema Njujug Tajug kali ini, yaitu Perbedaan Itu Indah dan Toleransi itu Ibadah,” katanya.

Kegiatan Njujug Tajug juga, sekaligus kembali mengenalkan kesenian lokal, warisan para leluhur, yang saat ini banyak ditinggalkan masyarakat.

Sehingga kegiatan ini, bisa kembali mengingatkan kepada masyarakat, terhadap kesenian-kesenian yang hampir punah ini.

” Selain kembali mengenalkan kepada masyarakat, kita berharap juga, masyarakat bisa mengambil nilai-nilai luhur yang ada pada kesenian itu,” katanya.

Baca Juga :  Aplikasi Kururio Kini Hadir di Cirebon dan Kuningan

Sawud, warga setempat, mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Selain bisa memberikan hiburan kepada masyarakat, adanya kegiatan ini juga, membuat masyarakat kembali mengenal kesenian lokal yang hampir punah.

“Banyak yang baru tahu, ada kesenian seperti itu, setelah ada kegiatan ini,” ujar Sawud.

Selain itu, Sawud juga akhirnya faham, nilai-nilai positif yang sebenarnya terkandung dalam kesenian tersebut. Sehingga menurutnya, banyak sekali manfaat dari adanya kegiatan ini.

” Tadi pembawa acaranya juga ada yang menjelaskan, sejarah kesenian tersebut. Sehingga kita bisa faham lebih dalam, mengenai nilai-nilai yang bisa diambil,” katanya.

(gie/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Berita Terbaru