Komisi 3 DPRD Kabupaten Cirebon Minta PT Avia Avian Industry Pipa PVC Perbanyak RTH

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Komisi 3 DPRD Kabupaten Cirebon mengunjungi proyek pembangunan PT Avia Avian Industry Pipa PVC di Desa Astana Mukti Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon, Jumat (26/1). Kunjungan tersebut karena proyek ini masih ditutup oleh warga setempat yang menuding pihak perusahaan belum menempuh perizinan, serta tidak melibatkan warga sekitar dalam proyek pengurugan.

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Cirebon Suherman atau biasa dipanggil Anger mengatakan, setelah bertemu dengan perwakilan pihak perusahaan dan peninjauan lokasi, didapatkan bukti ternyata semua perizinan sudah ditempuh. Hal tersebut juga dibenarkan oleh pihak instansi yang mengeluarkan dokumen perizinan, baik dari BPPT maupun dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon.

“Setelah kami cross check, ternyata semua perizinan ditempuh dan tidak ada pelanggaran. Kami pun minta kehadiran dari pihak BPPT dan Dinas Lingkungan Hidup untuk langsung cross check dokumen izin yang dikeluarkan,” ujarnya saat ditemui awak media.

Masih menurut Anger, pihknya berpesan agar menjalankan proyek pengurugan harus seusai aturan yang ada agar kondusif. Jika sudah jelas, maka tinggal berkoordinasi dengan pihak Muspika untuk mengadakan koordinasi dengan warga setempat. Sebab, sudah sepantasnya dalam suatu pembangunan apapun, harus melibatkan warga setempat agar terjalin komunikasi dan terjaga kondusifitas lingkungan.

“Kami juga minta kepada perusahaan di sini agar memperluas ruang terbuka hijau (RTH). Selain itu, kami juga berpesan agar perusahaan bisa memberdayakan warga setempat,” pesannya.

Sedangkan menurut Hanjoyo selaku Pelaksanaan Proyek Pengurugan Lahan PT Avia Avian Industry Pipa PVC menjelaskan, selama ini dirinya tidak melanggar kententuan dalam proses proyek pengurugan di lahan 10 hektar tersebut.

“Kami sudah sesuai dalam pengerjaan proyek pengurugan. Dari 10 hektar yang diizinkan, kami hanya mengurug 8,9 hektar. Dan sekarang baru selesai 6 hektar saja,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Comment