Kirab Satu Negeri NKRI Harga Mati

- Redaksi

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cirebon – Tim Kirab Satu Negeri (KSN) zona Sabang, memasuki Kabupaten Cirebon. Sebelum masuk ke Provinsi Jawa Tengah, tim mengikuti acara Upacara Serah Terima dan Deklarasi Kebangsaan di Terminal Losari, Kabupaten Cirebon, Kamis (18/10/2018).

Selanjutnya, rombongan kirab berjalan kaki menuju Terminal Losari dengan didampingi Kadensus 99 Asmaul Husna Ansor, Mohammad Nuruzzaman, Ketua PP Ansor Bidang Komunikasi dan Informasi, Lukman Hakim dan Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Barat, Deni Ahmad Haidar. Setiba di Terminal Losari, rombongan kirab mendapat ucapan selamat datang dari Bupati Sunjaya.

Baca Juga :  Puluhan Pejabat Pemkab Cirebon di Panggil KPK RI

Acara serah terima dan deklarasi mendapat sambutan meriah masyarakat. Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra dan Kapolres Cirebon, Ajun Komisaris Besar Suhermanto turut menyambut rombongan kirab di Terminal Losari. Sebelumnya, rombongan kirab bertolak dari Padepokan Al-Buthomi milik Ketua PC Ansor Kabupaten Cirebon Ujang Bustomi.

Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra mengatakan, upaya Ansor menggelar kirab yang bertolak dari lima titik terluar Indonesia patut dihargai dan didukung.

“Dengan cara itu, maka akan semakin memupuk rasa kebangsaan masyarakat Indonesia. Kepada kader Ansor, saya berpesan agar terus melanjutkan perjuangan para pahlawan yang sudah tiada,”terangnya.

Baca Juga :  Cairkan Kepadatan Dampak Genangan Km 19 Jalan Tol Jakarta-Cikampek Arah Jakarta, Jasa Marga Berlakukan Contraflow

Dari pahlawan bangsa inilah, lanjut Sunjaya, Indonesia bisa tetap kokoh meski terdiri berbagai suku, agama, bahasa, dan golongan. Bupati juga meminta kader Ansor tak lelas berdakwah dengan cara-cara yang santun meski mendapat tentangan berbagai pihak.”Kami titipkan untuk ikut menyebarkan nilai nilai keagamaan yang menyejukkan,”terangnya.

Sedangkan menurut Ketua PC GP Ansor Cirebon, HM Ujang Bustomi mengatakan, hari ini banyak sekali orang orang yang lahir di Indonesia tetapi justru merongrong Indonesia. Sebagai kader Ansor, pihaknya bertekad akan mencegah dan melawan mereka.

Baca Juga :  Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas, JM Lakukan Rencana Penutupan Sementara Tempat Istirahat KM 52B

“Dalam acara Kirab Satu Negeri ini kami membuktikan perlawanan kami terhadap kelompok yang merongrong tersebut,”terangnya.

Ujang menambahkan pihaknya selalu mengingatkan kepada semua kader Ansor dan Banser bahwa Kirab Satu Negeri bertujuan mencegah gerakan radikal.

“Lewat kirab ini, kami mengingatkan kepada mayoritas masyarakat yang selama ini diam untuk berani bersuara menentang ketidak benaran, “tutupnya. (ymd/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Berita Terbaru