KABUPATEN BEKASI – Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron meminta pemerintah daerah memastikan pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru.
Hal itu disampaikan Ade Sukron usai menghadiri rapat paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76, Sabtu (15/8/2026).
Ade mengatakan DPRD mendorong agar program pembangunan yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Masukannya tentu saja kita berharap pembangunan bisa dilaksanakan dan hal-hal yang terkoneksi untuk pembangunan bisa dihasilkan,” ujar Ade.
Ia menilai pembangunan juga perlu diarahkan untuk membentuk ekosistem perekonomian baru di Kabupaten Bekasi.
Selain pembangunan ekonomi, Ade menyoroti kebutuhan Kabupaten Bekasi memiliki ikon daerah sekaligus ruang interaksi masyarakat.
Menurutnya, hingga kini Kabupaten Bekasi belum memiliki kawasan yang benar-benar dikenal sebagai pusat interaksi masyarakat seperti alun-alun di sejumlah daerah lain.
“Kalau orang menyebut alun-alun, Bekasi ini di mana alun-alunnya? Alun-alun itu tempat interaksi,” katanya.
Untuk sementara, Ade menyebut Stadion Wibawa Mukti dapat dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul masyarakat.
Namun, DPRD bersama pemerintah daerah akan membahas lebih lanjut lokasi yang dapat dikembangkan menjadi ruang publik sekaligus ikon Kabupaten Bekasi.
Ade mengatakan kawasan tersebut idealnya terintegrasi dengan sejumlah fasilitas masyarakat, seperti masjid, pusat olahraga dan ruang interaksi.
“Di situ ada Masjid Agung, ada Sport Center, ada tempat interaksi masyarakat. Ini nanti kita coba lanjutkan ide-ide tersebut,” ujarnya.
Ade menambahkan, DPRD akan terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk mengawal program pembangunan.
Menurutnya, kolaborasi antara DPRD dan pemerintah daerah diperlukan agar pembangunan Kabupaten Bekasi dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Momentum Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat pembangunan, menciptakan pusat ekonomi baru serta menghadirkan ruang publik yang dapat menjadi identitas daerah.
(*)










