KABUPATEN BEKASI — Perumda Tirta Bhagasasi mulai memperkuat pembenahan internal setelah kasus hukum yang menyeret sejumlah pihak di lingkungan perusahaan daerah tersebut. Perbaikan pelayanan, pengawasan, hingga transparansi kepada masyarakat kini menjadi perhatian jajaran direksi.
Plt. Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi, Lili, mengatakan pembenahan tidak hanya dilakukan di tingkat manajemen, tetapi juga menyasar seluruh unsur internal perusahaan.
Menurutnya, soliditas antar-stakeholder menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan.
“Yang harus kita bangun soliditas di antara seluruh stakeholder, terutama di Perumda Bhagasasi,” ujar Lili.
Kendala Air Baku Masih Jadi Tantangan
Di tengah proses pembenahan internal, Perumda Tirta Bhagasasi juga masih menghadapi persoalan teknis dalam pelayanan. Salah satunya berkaitan dengan keterbatasan pasokan air baku.
Lili mengungkapkan kondisi tersebut sempat memengaruhi debit air di wilayah Babelan dan Tarumajaya sekitar dua pekan lalu.
Meski debit air sempat menurun, perusahaan memastikan penanganan dilakukan agar pelayanan kepada pelanggan kembali normal.
“Walaupun dengan keterbatasan, contohnya air baku yang menjadi kendala, tapi kita tetap semaksimal mungkin melayani masyarakat,” katanya.
Ia menyebut gangguan tersebut dapat segera ditanggulangi sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Kasus Hukum Jadi Momentum Evaluasi
Terkait kasus hukum yang berujung pada penetapan tiga tersangka dan dugaan kerugian di lingkungan Perumda Tirta Bhagasasi, Lili mengakui persoalan tersebut menjadi keprihatinan jajaran perusahaan.
Ia menegaskan, kejadian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi sekaligus mengevaluasi berbagai proses internal.
“Jajaran direksi tentunya melihat kejadian itu sangat prihatin. InsyaAllah dengan kejadian itu, pasti secara internal konsolidasi ke dalam,” ujarnya.
Lili menegaskan tidak boleh ada lagi ruang bagi penyimpangan maupun penyelewengan dalam pengelolaan perusahaan daerah.
Arahan dari Direktur Utama, kata dia, juga telah diberikan agar seluruh jajaran lebih ketat menjalankan aturan dan prosedur yang berlaku.
“Kita langsung berbenah diri. Pak Dirut terutama perintahkan sudah strict betul ke internal, jangan sampai ke depan terjadi lagi,” tegasnya.
Kepercayaan Publik Dibangun Lewat Digitalisasi
Selain memperketat pengawasan internal, Perumda Tirta Bhagasasi juga mencoba membangun kembali kepercayaan masyarakat melalui keterbukaan informasi dan digitalisasi pelayanan.
Salah satu upaya yang disebut Lili adalah pemanfaatan aplikasi atau program PENDEKAR yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi terkait pelayanan.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi mengenai tata cara pemasangan maupun proses administrasi dan surat-menyurat.
“Untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat, tentunya kita secara online bisa, siapa pun bisa mengakses melalui aplikasi/program PENDEKAR,” jelas Lili.
Menurutnya, akses informasi secara daring diharapkan membuat masyarakat lebih mudah mengetahui prosedur pelayanan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada layanan tatap muka.
Pembenahan internal, peningkatan pengawasan, perbaikan pelayanan dan transparansi menjadi pekerjaan rumah Perumda Tirta Bhagasasi ke depan.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mencegah terulangnya persoalan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan daerah tersebut untuk memulihkan dan memperkuat kepercayaan masyarakat sebagai pelanggan layanan air bersih.
(*)










