Kemarau Berkepanjangan, Kampung Cihoe Kecamatan Cibarusah Terpaksa Cuci Pakain Dengan Air Kali !

- Redaksi

Selasa, 22 Agustus 2017 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Bekasi –  Akibat kemarau cukup panjang, wilayah kampung Cihoe tepatnya di desa Rindogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi mengalami kekeringan. Pemandangan itu terjadi sejak dua bulan terakhir.

Akibatnya, warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari hari, dan terpaksa memanfaatkan air kali berwarna kecoklatan untuk sekadar mencuci pakaian, piring dan mandi. Bahkan sebagian warga ada yang memanfaatkan air kali tak layak konsumsi tersebut sebagai air minum.

Warga Cibarusah

Salah seorang warga, Ibu Hafso mengaku, sudah dua bulan Desa Ridhogalih dilanda kekeringan. “Saya menggunakan air kali untuk kebutuhan sehari hari. Untuk mandi, cuci piring dan mencuci pakaian. Bahkan ada sebagian orang yang memanfaatkan air kali untuk di minum,” jelas Ibu Hafso kepada RakyatJabarNews.com, Selasa (22/08).

Meskipun ia menyadari dampak dari air kali yang kurang bersih untuk kehidupan sehari hari, namun apa hendak dikata, Ibu Hafso mengaku terpaksa. Namun, dirinya mengatakan tidak takut akan terserang penyakit.

“Apa boleh buat mas, kami terpaksa. Allhamdulillah hingga saat ini saya dan keluarga tidak ada yang terserang penyakit seperti gatal gatal dan lainnya,” ujar dia.

Baca Juga :  Nafkahi 8 Anak, Suanda Mengais Rezeki Sebagai Pengepul Sampah

Hal senada juga diungkapkan Wawan, sudah dua bulan lebih desanya dilanda kekeringan. Ia mengaku, pagi dan sore mengambil air di kali menggunakan jerigen untuk keperluan cuci piring, baju, dan mandi.

“Kalo untuk minum, saya tidak menggunakan air kali, biasanya beli air isi ulang karena sudah ada warung yang menjual,” kata dia.

Lebih lanjut, Wawan mengatakan, hingga saat ini pemerintah setempat belum memberikan bantuan, baik air bersih dan lainnya. Ia berharap, pemerintah memberikan bantuan untuk dibuatkan sumur pompa (jet pump) agar warga tidak kesulitan lagi untuk mendapatkan air bersih.

Baca Juga :  Peringati Harkitnas ke-114, Plt Bupati: Ayo Bangkit Bersama

“Meskipun sudah pernah menerima bantuan air bersih dari pemerintah pada tahun lalu, namun sejumlah warga mengeluhkan, bahwasanya bantuan pemberian air bersih yang di berikan tidak merata.

Masih ada warga yang tidak mendapatkan air bersih, akhirnya warga terpaksa menggunakan air kali berwarna kecoklatan untuk kehidupan sehari hari,” tutupnya. (ziz/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdamkarmat Kabupaten Bekasi Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Kebakaran Gudang Limbah
Harper Cikarang Hadirkan Promo Liburan Sekolah, Diskon Menginap hingga 30 Persen untuk Keluarga
Pasien Dirawat di Rumah Sakit, Tim Adminduk Cikarang Pusat Jemput Bola Rekam E-KTP ke Ruang Perawatan
Pemkab Bekasi Bidik Pajak Air Tanah, Ribuan Perusahaan Siap Diawasi
Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ
SPMB 2026 Kota Bekasi, Pemkot Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:00 WIB

Disdamkarmat Kabupaten Bekasi Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Kebakaran Gudang Limbah

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:25 WIB

Harper Cikarang Hadirkan Promo Liburan Sekolah, Diskon Menginap hingga 30 Persen untuk Keluarga

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:12 WIB

Pasien Dirawat di Rumah Sakit, Tim Adminduk Cikarang Pusat Jemput Bola Rekam E-KTP ke Ruang Perawatan

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Bekasi Bidik Pajak Air Tanah, Ribuan Perusahaan Siap Diawasi

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Berita Terbaru