RJN,Bekasi– Ketua Umum Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi (JPMD), Zuli Zulkifli menyesalkan tindakan represif yang dilakukan Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terhadap aksi mahasiswa saat memperingati HUT ke-69, Kabupaten Bekasi di Komplek Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Kamis (15/8/2019) kemarin.
Menurut Zuli, menghadapi pengunjuk rasa dengan cara-cara represif adalah suatu tindakan yang brutal dan mencederai demokrasi.
“Sikap yang dilakukan Satpol PP kepada adik-adik mahasiswa kemaren sangat brutal dan berlebihan,” tegasnya, Jumat (16/8/2019).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Forum Badan Pengawas Desa (FBPD) se-Kabupaten Bekasi ini juga mengecam tindakan represif yang dilakukan Anggota Satpol PP Kabupaten Bekasi, karena aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan aksi damai dan tidak merusak fasilitas umum.
“Kan aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan aksi damai, mereka hanya ingin ketemu Bupati Bekasi untuk menyampaikan aspirasi, kenapa yang di dapatkan mahasiswa sebuah tendangan dan pukulan,” jelasnya.
Dia juga berharap kepada Penunjuk langsung (Plt) Kasatpol PP MA Supratman agar bisa membina anggotanya dan untuk mengganti rugi perlengkapan Aksi yang sudah di rusak oleh oknum anggotanya.
“Karena tidak ada wewenang kepada Anggota Satpol PP yang bertugas untuk memukul ataupun menendang kepada pengunjuk rasa, apalagi merusak perangkat aksi pengunjuk rasa, seperti toak dan lain-lain,” jelasnya.
Pada aksi demontrasi kemarin 3 Mahasiswa terluka, 1 mahasiswa dari Kampus Global Mulya dikabarkan dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Hingga berita ini dimuat MA Supratman selaku Plt Kasatpol PP Kabupaten Bekasi belum menjawab konfirmasi dari awak media.
(red/rjn)









