Jokowi : Jangan Buat Jengkel Pengembang Properti, Mau Tau Alasannya ?

- Redaksi

Senin, 14 Agustus 2017 - 11:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

RakyatJabarNew,com, Bekasi – Hingga kini masih ada pejabat di daerah kurang pro investasi. Padahal, kegiatan investasi dapat menggairahkan perekonomian yang di dalamnya ada manfaat bagi perluasan lapangan kerja serta otomatus mendorong peningkatan daya beli rakyat.

Karebs itulah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meminta layanan perizinan untuk perumahan dapat dipercepat di seluruh wilayah nusantara.

“Masalah pertama, perizinan, selalu yang disampaikan ke saya, ‘Pak perizinan’. Urusan ini dari dulu sampai sekarang tidak rampung-rampung. Ini masalah klasik dan sering membuat jengkel para pengembang properti karena mereka ingin cepat dan kita mempersulit seperti ini yang harus dihilangkan,” kata Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Jumat (11/8/17) kemarin.

Menangi kompetisi

Presiden pun berjanji akan mengecek satu per satu daerah mana yang perizinan perumahannya masih sulit. “Nanti saya langsung saya telepon gubernur, bupati, wali kota-nya. Kita memang harusnya tidak mengurus-urus seperti itu, tapi memang harus kita urus, kalau tidak, tidak rampung-rampun masalah tadi karena kita ini senang membelenggu diri kita sendiri dengan peraturan yang banyak, peraturan perizinann yang ngejlimet, padahal sekarang ini eranya kecepatan,” tegas Persiden, seperti dikutip ‘Antara’.

Baca Juga :  PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality

Presiden mengingatkan, hanya daerah dengan kecepatan memberikan pelayananlah menjadi daerah yang memenangi kompetisi.

“Saya titip semuanya, perda-perda yang meruwetkan itu langsung dihilangin saja, batalkan, tidak usah membuat perda yang banyak, semakin sedikit membuat perda semakin baik,” ungkap Presiden.

Cuma 6,5 jam

Disebut Presiden, dalam paket kebijakan ekonomi ke-13, pemerintah telah memangkas hampir 50 persen total jumlah izin pembangunan rumah atau perumahan.

“Tapi mohon maaf, ini juga masih kurang, baru 50 persen. Potong saja menjadi 10 persen. Izin itu digabung-gabung saja, syarat dijadikan izin, yang banyak seperti itu, benar tidak? Syarat kok jadi izin, itu yang harus dihilangkan. Tolong nanti untuk REI yang masih banyak izinnya, yang belum dipangkas, yang masih memberatkan, tolong diberitahukan kepada saya,” jelas Presiden.

Baca Juga :  Willian Pachecho Antar Persija Jakarta Menang Tipis 1-0

Presiden juga mengapresiasi perizinan perumahan di sejumlah daerah yang hanya butuh 6,5 jam.

“Ini juga perlu kita apresiasi. Saya kira sudah kuno sekali kalau mengurus izin dalam waktu hari, itu sudah kuno, apalagi sampai minggu, lebih kuno lagi, apalagi bulan, sangat kuno sekali. Sudah malu-maluin lah kalau izin sampai berbulan-bulan itu. Sudah tidak zamannya,” tambah Presiden Jokowi.(Advertorial/Rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JTT Alihkan Truk Lowbed di SS Cikunir hingga 19 Oktober, Ini Jalur Alternatifnya
Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
Warga Bekasi Galang Rp2,1 Miliar, Bangun Rumah Sakit di NTT
Adira Finance Satukan Operasional Mandala, Perluas Layanan Pembiayaan
Belum Masuk 7 Besar, Remaja Cikarang Ini Justru Raih Penghargaan Berbakat
Pemkab Bekasi Diberi Tenggat 7 Hari, Wartawan Desak Kejelasan Pemeriksaan Kadis LH
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
Parlemen Bayangan Kritik Survei CELIOS, Nilai Zulhas Tak Layak Masuk Menteri Terburuk

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:55 WIB

JTT Alihkan Truk Lowbed di SS Cikunir hingga 19 Oktober, Ini Jalur Alternatifnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Warga Bekasi Galang Rp2,1 Miliar, Bangun Rumah Sakit di NTT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Adira Finance Satukan Operasional Mandala, Perluas Layanan Pembiayaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Belum Masuk 7 Besar, Remaja Cikarang Ini Justru Raih Penghargaan Berbakat

Berita Terbaru

Teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dan Super AI Cockpit yang dikembangkan OMODA & JAECOO untuk menghadirkan pengalaman parkir otomatis dan interaksi cerdas antara kendaraan dan pengguna. Kedua teknologi tersebut akan diuji dalam ajang International User Summit di China pada 19–21 Oktober 2026.

Otomotif

OMODA & JAECOO Uji Teknologi Parkir Otomatis dan AI di China

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:43 WIB

Keterangan foto: Ilustrasi tindak pidana korupsi yang berdampak terhadap kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Jakarta

Prof Romli Nilai Korupsi Rugikan Hak Sosial Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:02 WIB

Kondisi bangunan Rumah Sakit Watunggong di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akan didukung pembangunannya melalui bantuan kemanusiaan Rp2,1 miliar dari masyarakat Kota Bekasi.

Nasional

Warga Bekasi Galang Rp2,1 Miliar, Bangun Rumah Sakit di NTT

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:37 WIB