rakyatjabarnews.com, Cikarang – Lebih dari 60 juta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia terdampak pandemi Covid-19. Hal ini mendorong JNE untuk mendukung pengusaha mikro, kecil dan menengah agar mampu bangkit di masa sulit. Sebagai mitra, JNE memfasilitasi para pelaku UMKM bisa bersaing di ranah digital mengingat keterbatasan aktivitas fisik untuk jual beli produk dan layanan pada saat ini.
JNE menggelar Workshop Digital Marketing pada 27 Oktober 2021, bekerjasama dengan komunitas UMKM Gerai Bunda Sugih (GBS) di Hotel Grand Zuri, Jababeka Cikarang guna pemberdayaan UMKM. Mengusung tema Basic Facebook dan Instagram Ads diharapkan UMKM di Cikarang dan sekitarnya memiliki kemampuan bersaing di dunia digital tidak hanya pada skala nasional namun juga global.

Lutfi Pahlevi, Kepala Cabang JNE Cikarang, mengatakan, “Sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi JNE atas kepercayaan masyarakat selama ini, JNE turut berkontribusi dalam membantu UMKM agar naik kelas dengan beragam program workshop gratis digital marketing. Kontribusi ini sesuai dengan kapasitas JNE sebagai perusahaan bisnis jasa logistik untuk terus melakukan langkah – langkah kolaborasi yang dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Sesuai dengan tagline “Connecting Happiness” yang berarti mengantarkan kebahagiaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara ini turut menghadirkan narasumber Ridwan selaku Digital Marketing Trainer professional dan kompeten di bidangnya. Narasumber yang memiliki keahlian dalam jasa pembuatan website, web design, street smart entrepreneur dan pemilik Toko Buku Online Buku Pengusaha Dot Com mengisi materi kali ini, dengan memberikan pemaparan terkait memahami tools iklan dan mampu melakukan aktivitas beriklan di Facebook dan Instagram.
Menurut Ridwan, permasalahan yang dihadapi UMKM tidak hanya soal modal usaha, tetapi kini mereka butuh pelatihan digital marketing. Banyak UMKM yang kolaps dan mati karena kurang kompetensi, sehingga kolaborasi antara program pemerintah dan pengusaha UMKM perlu dipersiapkan dengan orientasi jangka panjang, ungkapnya.

Setelah itu pastikan produk tersebut unik dan berbeda dari yang lain sehingga produk kita dapat di kenal lebih dan lebih melekat di ingatan para pembeli. “Dalam berbisnis yakinlah kita sudah punya rezeki masing-masing, bangkitlah tanpa harus menjatuhkan bisnis orang lain. “Apapun bisnisnya selagi baik maka dimulai saja, seiring berjalannya waktu kita akan semakin banyak belajar dan memiliki pengalaman dalam berbisnis. Intinya jangan malu dan takut untuk memulai”, jelas pemilik Business Oportunity Semi Franchise Salsa Chicken Burger .
Keberadaan UMKM di masa pandemi covid-19 yang masih mewabah seperti sekarang ini, senantiasa berjuang agar dapat terus bertahan demi melangsungkan dan meningkatkan produk-produk bisnis penjualan mereka. Dengan perubahan perilaku berbelanja dari offline ke online, UMKM dituntut untuk dapat beradaptasi dan berinovasi secara digital. Hal termudah yang dapat di terapkan para pelaku UMKM adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana berjualan produk-produk mereka.
(rls/red)









