Menurut laporan sementara pada pertengahan 2021, maskapai ini memiliki 749 armada, termasuk 291 pesawat seri Boeing 737.
Kecelakaan pada Senin (21/3/2022) terjadi setelah China bertahun-tahun bebas dari bencana udara besar. Negara tersebut belum melaporkan kecelakaan penerbangan komersial dengan lebih dari lima korban jiwa sejak 2010.
Sayap militer Partai Komunis yang berkuasa, Tentara Pembebasan Rakyat, juga pernah mengalami kecelakaan fatal, tetapi hanya sedikit informasi yang tersedia dari peristiwa itu.
Seperti dikutip dari The Associated Press, China Eastern memiliki 79.913 karyawan, sebagian besar berada di China.
Pada paruh pertama tahun 2021, maskapai tersebut mengangkut 44,3 juta penumpang. China Eastern melaporkan kerugian sebesar 5,4 miliar yuan (AS$850 juta) pada paruh pertama tahun 2021.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










