Ini Faktor Utama Ucil Tidak Bisa Tebus Ijazah Sekolah

- Redaksi

Rabu, 14 Juni 2017 - 16:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Fiqih akhdiyatusalam

i

Fiqih akhdiyatusalam

RakyatJabarNews.com –  Salah satu Warga Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, bernama Fiqih Akhdiyatusalam (21), merasa kesulitan ingin melanjutkan keperguruan tinggi (Kuliah), dikarenakan ijazah SMK yang dimilikinya masih ditahan di sekolah. Padahal syarat utama kuliah harus memiliki ijazah. Hal itu dikarenakan dirinya mengaku masih mempunyai tunggakan uang (SPP).

Fiqih mengatakan, bahwa sudah 3 tahun ijazahnya belum ditebus, karena setelah lulus sekolah ia menjadi tulang punggung keluarga

“Saat saya menduduki kelas 2, orang tua saya tidak bekerja lagi karena di-PHK dari PT tempat kerjanya. Saat itu saya sering kali menunggak bayar SPP,” kata pria akrab di sapa Ucil saat diwawancarai rakyatjabarnews.com, Rabu (14/6/2017).

Fiqih yang disapa Ucil ini pernah bekerja saat masih menginjak di bangku sekolah, “Setelah bapak saya udah tidak kerja lagi, saya pernah ikut kerja sama mamang saya, yaitu kerja di steam mobil. Kalo pagi sampai siang saya nyuci mobil. Siangnya saya sekolah. Nah kalau saya pulang sekolah, saya kembali lagi untuk nyuci mobil. Saya juga pernah dilarang untuk kerja dengan karyawan setempat, tapi gimana lagi mas, dari pada saya maling mending kerja buat jajan saya sekolah,” ungkapnya.

“Saya sebenernya bisa saja tebus ijazah tersebut, tapi selalu ada keperluan keluarga. Saya punya 3 bersaudara setiap hari yang kasih uang jajan sekolah adik saya dari saya. Makanya susah banget buat nabung, banyak pengeluaran soalnya,” lanjutnya.

“Tahun ini lebih pusing lagi adik saya mau masuk SMP, paling saya gagal lagi buat bisa nebus ijazah tersebut. Bukannya apa Mas, takut hilang aja kalo kelamaan di sekolah. Kita kan gak tahu apa yang terjadi nanti,“ ujarnya dengan nada mengeluh.

“Dari dulu saya tidak pernah minta bantuan dari saudara, maupun orang lain. Saya ingin berusaha sendiri karena orang tua saya bilang jangan pernah bilang kalau kita lagi kesulitan, yang ada nanti bukan dibantu tapi malah jadi bahan omongan. Tujuan saya menjadi sarjana karena saya gak mau nasib saya seperti orang tua saya yang tidak berpendidikan. Siapa sih yang gak mau menjadi orang sukses?”tandasnya. (Ziz/RJN)

Baca Juga :  Kabar Gembira, BisKita Trans Bekasi Patriot Beroperasi Kembali Pasca Banjir
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak
277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
Rp4,5 Miliar Jadi Sorotan, Kasus Korupsi Tirta Bhagasasi Segera Meja Hijau
Bukan Perkara Pidana, Datun Kejari Kabupaten Bekasi Justru Pulihkan Rp4 Miliar Lebih
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:56 WIB

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Rabu, 2 September 2026 - 16:41 WIB

Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak

Rabu, 2 September 2026 - 12:54 WIB

277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WIB

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter

Berita Terbaru

GIIAS Bandung 2026 siap mengguncang Jawa Barat! Sebanyak 19 merek kendaraan bakal meramaikan pameran, termasuk lima merek baru dan yang kembali hadir. Jangan lewatkan deretan mobil, motor, hingga teknologi otomotif terbaru.

Bandung

GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:26 WIB