Generasi Milenial

- Redaksi

Senin, 30 Oktober 2017 - 11:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH
(Calon Bupati Bogor 2018)

Data demografi Indonesia menunjukkan jumlah pemuda Indonesia dengan rentang usia 16-30 tahun, sebanyak 61,8 juta orang. Secara kuantitas angka tersebut sangat besar potensi dan resikonya. Oleh sebab itu butuh navigasi agar potensi pemuda tidak salah kaprah dan salah urus.

Pemuda saat ini disebut sebagai Generasi Milenial. Cara berpikir pemuda milenial berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Pemuda milenial merupakan generasi yang adaptif dengan kemajuan teknologi. Semakin banyak pemuda masa kini yang gemar melakukan terobosan, tidak berpikir linier, tidak menyukai jebakan rutinitas dan monoton.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beragam media sosial menjadi sarana untuk menyatakan dan melakukan apa saja, menjadi tambatan para pemuda milenial untuk memanfaatkannya. Tentu saja yang diharapkan adalah memanfaatkan media sosial yang positif dan produktif.
Kita tentu bangga dengan prestasi para pemuda seperti: Evita Nuh (pegiat fashion blogger yang telah menarik perhatian industri mode dunia), Jim Geovedi (pakar keamanan teknologi informasi), Rio Haryanto (pebalap Formula 1 pertama Indonesia), Joey Alexander Sila (pianis Indonesia pertama yang masuk 200 chart Billboard AS), Fery Unardi (pendiri Traveloka, situs pemesanan online penerbangan dan akomodasi teratas di Indonesia dengan 7,5 juta pengunjung per bulan).

Baca Juga :  Pemerintah Diharapkan Intensifkan Aplikasi Lapor

Selain itu ada Maria Tri Sulistiyani (pegiat Papermoon Puppet Theatre yang menembus pentas dunia di berbagai negara), atau para pebulutangkis yang gigih mempertahankan supremasi dan para pesebakbola nasional yang berkiprah di berbagai klub di dunia. Belum lagi Riana Helmi (dokter termuda di dunia berumur 19 tahun, lulusan Fakultas Kedokteran UGM), Grandprix Thomryes Marth Kadja (doktor termuda Indonesia berusia 24 tahun, alumnus S3 Kimia ITB), atau sembilan pemuda Indonesia yang menjadi agen perubahan dan bertemu mantan Presiden AS Barack Obama di Jakarta pada 1 Juli lalu.

Prestasi pemuda di bidang mereka masing-masing telah menginspirasi bahwa pemuda milenial memakai cara-cara kreatif, efektif dan kekinian. Cara-cara yang lebih dekat untuk tetap menanamkan rasa bangga dan cinta pada Tanah Air. Prestasi seperti itu juga memastikan bahwa generasi muda Indonesia adalah generasi yang unggul, hebat, terampil, dan kompetitif.

Baca Juga :  Jalan Raya Selalu Langganan Banjir, Warga Kedawung Mengeluh

Kendati demikian pemuda milenial Indonesia juga rentan kerasukan konsumerisme yang boros dan tergantung produk asing. Seperti diketahui, mulai 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan “Bonus Demografi”. Dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Nah, bonus demografi ini ibarat analog pisau bermata dua. Disatu sisi merupakan potensi atau peluang yang sangat strategis bagi sebuah negara untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekonomi. Namun jika salah kelola, maka bukan bonus yang didapat, tetapi malapetaka sosial yang ditimbulkan.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017 ini diwarnai dengan kerawanan pemuda milenial yang mengalami ketergantungan berat terhadap akses teknologi digital itu. Sayangnya hal tersebut belum mendongkrak produktivitas dan nilai tambah ekonomi kebanyakan para pemuda. Belanja teknologi informasi dikalangan generasi milenial justru makin boros dan kurang digunakan untuk hal-hal yang produktif.

Hadirnya teknologi digital harusnya menjadikan Indonesia semakin produktif dan berdaya saing. Nyatanya sampai saat ini belum demikian. Teknologi itu baru digunakan untuk hal-hal yang konsumtif. Remaja atau pemuda yang menggunakan akses internet untuk  kegiatan inovatif produktif masih langka. Kerawanan generasi milineal ini harusnya menjadi perhatian serius seluruh komponen bangsa.  
Kerawanan yang mengintai generasi milenial juga berupa kecenderungan antisosial.

Baca Juga :  Terkait Kesepakatan Angkutan Konvensional dan Online, Adam: Itu Adalah Solusi Supaya Bisa Berjalan Beriringan

Apalagi sekarang  di negeri ini belum ada arah yang jelas terkait dengan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan. Mestinya teknologi informasi itu bisa mengatasi dampak negatif dari interaksi generasi muda dengan perkembangan zaman.  Namun kebijakan nasional pemerintah belum berhasil menjadi wahana untuk membentuk generasi milenial yang sehat dalam berkonektivitas.

Oleh sebab itu, peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2017 yang mengambil tema “Pemuda Indonesia Berani Bersatu”, harus menjadi SDM penggerak bagi kemajuan bangsa. Pemuda tidak boleh menjadi beban sosial yang dipecundangi zaman. Pemuda harus berani bersatu untuk wujudkan kemajuan disegala bidang. Pemuda milenial harus mampu menciptakan economic value sebesar-besarnya di negerinya yang kaya dengan sumber daya. Semoga.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bahagianya Orang Berpuasa
Smart Green House, DKPPP Kota Cirebon Sediakan Bertani Dilahan Terbatas
Rayakan HUT Ke-44, Jasa Marga Kembali Gelar Lomba Karya Jurnalistik
Pipit Delyarni, Sosok Wanita Karir dan Cantik Pekerja Keras hingga Mandiri
Sjamsuddin: Masyarakat Cirebon Jangan Terpancing Berita Hoax
Adang Juhandi: Euporia Pileg 2019, Pendatang Disayang, Kader Ditendang
Miris!!! Kabupaten Bekasi tidak Memiliki JPO Satupun, Dishub Melanggar HAM?
Adang Juhandi: Cirebon Timur Jadi Ajang Rebutan Paslon
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 20 Maret 2024 - 22:23 WIB

Bahagianya Orang Berpuasa

Kamis, 24 Februari 2022 - 16:27 WIB

Smart Green House, DKPPP Kota Cirebon Sediakan Bertani Dilahan Terbatas

Senin, 21 Februari 2022 - 16:28 WIB

Rayakan HUT Ke-44, Jasa Marga Kembali Gelar Lomba Karya Jurnalistik

Jumat, 12 November 2021 - 22:04 WIB

Pipit Delyarni, Sosok Wanita Karir dan Cantik Pekerja Keras hingga Mandiri

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 22:12 WIB

Sjamsuddin: Masyarakat Cirebon Jangan Terpancing Berita Hoax

Berita Terbaru

XLSMART bersama REMIND menghadirkan #ByeByeBox di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, sebagai teknologi E-Waste Reverse Vending Machine untuk mendorong pengelolaan sampah elektronik dan ekonomi sirkular.

Bandung

E-Waste Bisa Jadi Kuota Internet? Teknologi Ini Hadir di ITB

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:27 WIB

Antusiasme warga mewarnai Gebyar Senam Sehat di kawasan Perumahan Logam Bangun Setia (LBS) 2, Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Massa didominasi pakaian bernuansa biru dan putih, dalam kegiatan yang turut menjadi momentum silaturahmi warga menjelang Pilkades Muktiwari 2026.

Bekasi

LBS 2 Membiru-Putih, Nomor 1 Jadi Pilihan Warga Muktiwari

Senin, 14 Sep 2026 - 16:18 WIB

Keterangan Foto:
Calon Kepala Desa Muktiwari nomor urut 1, H. Bahrudin, S.E., bersama pendukungnya mengikuti rangkaian kampanye Pilkades Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/9/2026). Kampanye mengusung tagline “Birukan Langit, Putihkan Hati” dan mendapat antusiasme dari warga.

Pilkades

Bahrudin Nomor Hiji, Ribuan Warga Muktiwari Tumpah Ruah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:11 WIB