Garam Hasil Produksi Para Petani Belum Memenuhi Kebutuhan Industri

- Redaksi

Selasa, 20 Maret 2018 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Garam hasil produksi petani garam di Indonesia masih belum bisa memenuhi kebutuhan industri. Karena, standar industri membutuhkan garam dengan kandungan Natrium Chlorida (NaCl) sebanyak 97%. Sedangkan garam hasil para petani masih berada di bawahnya, sekitar 88% hingga 94%.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman Agung Kuswandono, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Peningkatan Nilai Tambah dan Inovasi Produk Turunan Komoditas Pergaraman di Grage Hotel Cirebon, Jl. Kartini Kota Cirebon, Selasa (20/3).

Baca Juga :  Jasa Marga Raih Penghargaan dalam Ajang Indonesia Green Awards 2025

Menurutnya, kalaupun ada garam petani yang mencapai kualitas tersebut, itu hanya berlangsung selama sekali panen saja. Untuk panen yang berikutnya, akan anjlok kembali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Garam produksi petani bukannya tidak bisa memenuhi kebutuhan industri. Hanya saja masih harus perlu diolah dahulu supaya bisa memenuhi kebutuhan industri. Begitu juga dengan garam impor,” jelasnya.

Baca Juga :  PPID Menyala, Solusi Digital Informasi Publik Bekasi

Berdasarkan data, produksi garam di tahun 2017 sebanyak 1,2 juta ton. Sedangkan, yang dibutuhkan untuk industri adalah 3,7 ton per tahun. Karena itu, kata Agung, pemerintah terpaksa mengimpor garam untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri.

Meskipun begitu, lanjutnya, tidak semua industri membutuhkan standar garam yang tinggi. Pemerintah juga berupaya untuk memilah dan memilih industri mana yang mampu menerima kualitas garam hasil produksi para petani garam.

Baca Juga :  PMI Hadir Sukseskan Vaksinasi Masyarakat

Untuk itu, tambah Agung, pemerintah melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan berusaha melakukan eksistensi garam untuk menaikkan produksi garam dalam negeri. Seperti menambahkan sekitar 10 ribu hektar untuk industri garam di wilayah-wilayah timur Indonesia. Sehingga bisa diharapakan akan menaikkan kualitas produksi garam petani.

“Kita juga akan mengenalkan proses pembuatan garam dan geomembran,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028
Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa
Pemkab Bekasi Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Dua Skema Atasi Sampah Burangkeng
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawali Bekasi Jenguk Korban Ledakan Cimuning, 2 Orang Dirawat di ICU

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:21 WIB

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 April 2026 - 11:33 WIB

Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa

Rabu, 8 April 2026 - 07:09 WIB

Pemkab Bekasi Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Selasa, 7 April 2026 - 08:33 WIB

IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur

Senin, 6 April 2026 - 17:05 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !