Emas Pertama untuk Ayah

- Redaksi

Selasa, 21 Agustus 2018 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Defia berhasil membuktikan tekadnya untuk mengharumkan nama Indoensia.

i

Defia berhasil membuktikan tekadnya untuk mengharumkan nama Indoensia.

RJN, Bogor– Indonesia! Indonesia! Yel-yel itu terus menggema di gedung Jakarta Convention Center, Senayan, Minggu (19/8/2018). Defia Rosmaniar, atlet taekwondo Kota Bogor itu seketika menangis haru saat namanya diumumkan jawara di Asian Games 2018 cabang olahraga (cabor) taekwondo. Sambil berlari, Devia langsung memeluk pelatihnya sebelum menuju podium membawa bendera Merah Putih.

Devia berhasil mencetak sejarah untuk Indonesia pada Asian Games 2018. Gadis 23 tahun asal Leuwisadeng itu menyumbang medali emas pertama untuk Indonesia.

Defia mengalahkan wakil Iran, Salahshouri Marjan, dengan skor 8.690-8.470 pada final nomor individu poomsae putri. Ia juga mendapat medali perunggu kategori pair poomsae saat berpasangan dengan Muhammad Abdurrahman Wahyu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prestasi gemilang tersebut jadi bukti kegigihannya dalam berlatih taekwondo. Kepala Pelatih Taekwondo Kota Bogor Soleh banyak bercerita soal perjuangan Defia sebelum memboyong medali emas.

Sebelum ikut membela Indonesia, Maret 2018 Defia sempat diberangkatkan ke Korea  untuk berlatih. Defia harus menjalani serangkaian program pembinaan dan pelatihan khusus selama tiga bulan di Negeri Ginseng.

Baca Juga :  Terjadi Kecelakaan di Km 54 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Namun baru seminggu di sana, Defia harus menelan pil pahit. Ia mendapat kabar bahwa ayahnya meninggal dunia di Kampung Leuwibangkok, Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor (20/3/18).

Di tengah pelatihan itu ia harus merelakan kepergian sang ayah, sosok motivator yang selama ini selalu mendukung langkahnya.

“Waktu di Korea itu masa terberatnya. Karena di satu sisi ayahnya meninggal, di sisi lain dia juga harus tetap ikut latihan,”kata Soleh

Namun berkat kegigihannya, Defia berhasil membuktikan tekadnya untuk mengharumkan nama Indoensia. Sekaligus membanggakan orang tuanya, khususnya mendiang sang ayah.

“Dia sempat pulang ke tanah air tapi itu setelah dimakamkan,”tuturnya.

Setelah mengalami masa sulit, Defia kembali ke Korea dan fokus pada setiap sesi latihan. Sesi demi sesinya ia lalui meski tanpa kehadiran sang ayah. Bak kata pepatah, proses tidak pernah mengkhianati hasil. Wanita yang mengawali kariernya dari Unit Polwil Bogor itu akhirnya berhasil mengharumkan nama Indonesia.

Baca Juga :  Terkait Insiden Buka Kotak Suara Secara Ilegal, Ini Klarifikasi KPU Kota Cirebon

“Saya mengapresiasi perjuangan Defua. Karena dia bisa tetap bangkit dan membuktikan diri sebagai salah satu atlet terbaik Asia,” papar Solah kepada Metropolitan.

Medali emas tersebut sangat berarti bagi Defia, Indonesia dan cabang taekwondo. Defia adalah peraih emas pertama untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Selain itu, Defia menjadi peraih emas pertama cabang taekwondo Indonesia sepanjang sejarah Asian Games. “Medali emas ini, pertama untuk ayah saya, mama saya dan keluarga serta pelatih dan teman-teman,” ucap Defia.

Atlet berwajah manis dan berhijab itu membeberkan kunci kemenangannya. Ia mengaku tak gentar walau harus menghadapi lawan tangguh dari Korea pada semifinal, Yun Ji-hye.

“Tadi saat semifinal sempat deg-degan juga melawan Korea. Alhamdulillah rasa percaya diri saya meningkat. Dalam pikiran saya cuma bisa, bisa dan bisa. Ya saya bisa mengalahkan mereka,” tegas atlet kelahiran 1995 itu.

Ia juga mempersembahkan raihan medali emas itu untuk seluruh atlet Indonesia yang berjuang di Asian Games 2018. “Tetap semangat, berjuang sampai titik akhir penghabisan,” kata Defia.

Baca Juga :  Sepanjang 2017, Kinerja PT XL Axiata Tbk Cukup Kuat

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor Benninue Argoebi mengaku sangat bangga dengan torehan prestasi gemilang yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di pentas Asia. “Tentu saya sangat terharu dan bangga melihat penampilan atlet kami yang berhasil meraih medali emas pertama bagi Indonesia,” ungkapnya.

Sebelum bergabung dengan pelatihan nasional (pelatnas) Asian Games 2018, Defia Rosmaniar merupakan atlet peraih medali emas untuk nomor individu poomsae putri dalam Kejuaraan Asia Taekwondo 2018 di Ho Chi Minh, Vietnam, Kamis hingga Senin (24-28/5).

Selain itu, Atlet yang kini tengah menjalani proses menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu juga pernah mendapat medali perunggu kategori pair poomsae saat berpasangan dengan Muhammad Abdurrahman Wahyu dalam ajang yang sama di Ho Chi Minh.(red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi
Tabrakan Kereta Bekasi Timur, Wali Kota Tinjau Lokasi Evakuasi Korban
445 Jamaah Haji Bekasi Dilepas, Fokus Kesehatan Hadapi Cuaca Arab Saudi
SATU PINTU Resmi Aktif, Warga Bekasi Kini Urus Perizinan Online 24 Jam
Ribuan Jamaah Muhammadiyah Salat Id di Bekasi, Kawasan Grand Wisata Padat
Jelang Lebaran, Fuso Berkah Ramadan Hadir Servis Truk Dapat Diskon & Cek Gratis
VinFast Resmi Buka Pemesanan VF MPV 7 di Indonesia, MPV Listrik Premium Tujuh Penumpang
Bupati Bekasi Ade Kuswara Tinjau Lokasi Banjir di Sukamanah: “Tindakan Cepat dan Nyata di Lapangan Harus Dilakukan”

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:27 WIB

Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi

Senin, 27 April 2026 - 22:00 WIB

Tabrakan Kereta Bekasi Timur, Wali Kota Tinjau Lokasi Evakuasi Korban

Senin, 27 April 2026 - 14:41 WIB

445 Jamaah Haji Bekasi Dilepas, Fokus Kesehatan Hadapi Cuaca Arab Saudi

Senin, 27 April 2026 - 10:01 WIB

SATU PINTU Resmi Aktif, Warga Bekasi Kini Urus Perizinan Online 24 Jam

Jumat, 20 Maret 2026 - 09:21 WIB

Ribuan Jamaah Muhammadiyah Salat Id di Bekasi, Kawasan Grand Wisata Padat

Berita Terbaru