Eko Sulistyo: Asian Games 2018 Perkokoh Spirit Kebangsaan

- Redaksi

Rabu, 30 Mei 2018 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Jakarta – Asian Games XVIII, pesta olahraga terbesar Asia yang akan digelar di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus – 2 September 2018 jangan hanya berhenti sebatas peristiwa olahraga yang berlangsung selama dua pekan. Sebaliknya, event besar yang baru terjadi dua kali di Indonesia di era Presiden Soekarno pada 1962 dan Presiden Jokowi pada 2018 harus dimaknai sebagai peristiwa besar untuk merajut persatuan dan kesatuan bangsa.

Pernyataan ini ditegaskan Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo dalam diskusi ‘Ikon-Ikon Infrastruktur Asian Games’ di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Selasa (30/5).

“Selain pentas olahraga, di Asian Games juga berlangsung berbagai peristiwa budaya dan teknologi, misalnya pada atraksi pembukaan, penutupan, serta pada proses pembangunan infrastruktur venues-nya,” kata Eko Sulistyo.

Dia menekankan, spirit Asian Games IV 1962 yang dibuat Bung Karno saat republik baru berusia 17 tahun, bahwa Asian Games bukan sekadar pertandingan olahraga, tapi juga upaya memperkokoh ruang kebangsaan. Dalam Asian Games tercakup perjuangan nasional yakni memperkokoh persatuan nasional dan memupuk jiwa gotong royong serta menjadi forum solidaritas internasional, dengan membentuk persahabatan dan perdamaian dunia.

Baca Juga :  Tim Relawan Jasa Marga Peduli Jasmapala Terjun Ke Palu

“Selain itu, Asian Games melahirkan manusia Indonesia baru, yang berani melihat dunia dengan mata terbuka, secara fisik tegas, tapi juga kuat secara mental,” kata Eko Sulistyo.

Eko Sulistyo menegaskan, rapat terbatas persiapan Asian Games yang hingga kini sudah digelar 11 kali menunjukkan besarnya perhatian Presiden Jokowi pada pesta olahraga Asia ini. “Kita harus berkaca pada lembaran sejarah 1962. Saat itu, dengan dana sangat terbatas, Bung Karno mampu membangun ikon-ikon infrastruktur, yang bahkan masih bisa digunakan pada Asian Games 2018 tahun ini,” ungkapnya.

Pada diskusi ini, arsitek dan sejarawan Yuke Ardhiani memaparkan beberapa proyek mercusuar yang tercatat sebagai simbol nation pride era Soekarno. Ikon-ikon itu di antaranya Jakarta City Planning (dari Jembatan Semanggi sampai dengan Bundaran Air Mancur HI), Gedung Pola, kompleks Stadion Utama Asian Games, Hotel Indonesia, Masjid Istiqlal, Tugu Nasional, Wisma Nusantara, Sarinah Departement Store, Planetarium, serta Gedung ex Conefo yang kini menjadi Gedung DPR-MPR RI.

Baca Juga :  Pj. Wali Kota Bekasi Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Bersama Presiden RI

“Termasuk sejumlah patung realis dan monumen skala kota yang bahkan didanai secara mandiri oleh Soekarno,” ungkap dosen Teknik Arsitektur Universitas Pancasila.

Yuke menjelaskan, ciri visual sebuah monumen antara lain geometrik, spektakuler, phallic –geometri, megah, struktural dan menjulang. “Ciri khas monumen tinggalan Presiden Soekarno yakni pro bono publico/bangunan fasilitas publik, memiliki beberapa unsur yang mudah dikenali, punya ciri superlatif yang melekat padanya; sebagai yang ter; terbesar, tertinggi, terindah, serta tercandra dari keawetan material penopang keabadian sang bangunan; marmer, beton, stainless steel, dan sebagainya,” kata Yuke.

Khusus tentang Stadion Utama Senayan yang kini dikenal sebagai Gelora Bung Karno, Yuke mengungkapkan gagasan arsitektural Soekarno terkait bentuk Gelora Bung Karno sebagai venue Asian Games 1962 yang ikonik. “Berawal dari suasana muhibah ke Moskow 1956, dengan desain arsitektur Mosproject 1956, arsitektur temu gelang,” kata Yuke.

Baca Juga :  Breaking News : Artis Rizky Nazar Make Ganja Dirumahnya Polisi Ringkus RN

Kelahiran Stadion Utama Senayan (Old GBK) juga sejalan dengan Jakarta City Planning dengan sumbu Jembatan Semanggi, jalan utama Kebayoran Baru-Thamrin hingga Bundaran Air mancur, Hotel Indonesia sebagai akselerasi pariwisata Indonesia. Selain itu, terkait patung ‘Selamat Datang’ sebagai simbol keramahtamahan bangsa Indonesia menyambut kedatangan delegasi Asian Games 1962 yang akan mendarat di Bandara Kemayoran.

“Kepada tim arsitek, Presiden Jokowi menegaskan perlu adanya kebaharuan di kawasan GBK. Kini, kawasan cagar budaya yang berpusat pada Sang Monumen ini telah ditetapkan selaku venue utama, sebagai pusat pancaran energi baru dan pemberi semangat ke segenap penjuru Benua Asia dengan Palembang sebagai venue pendampingnya,” paparnya.(Rls/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga
Tri Adhianto Minta OPD Perkuat Pengawasan, Pemkot Bekasi Benahi Sistem Cegah Korupsi
Tri Adhianto Teken Komitmen Antikorupsi Bersama KPK dan ATR/BPN, Perkuat Tata Kelola Pertanahan
Pemkot Bekasi Siagakan 11 Water Trucking
Kebocoran Air Tembus 60 Persen hingga Dewas Dinilai Tak Kompak
Tri Adhianto Minta ASN Tingkatkan Kinerja, Pelayanan Publik Kota Bekasi Masuk 4 Besar Jabar
Pemkab Bekasi Siapkan Pesta Rakyat HUT RI 2026, Puncaknya Digelar 21 Agustus
DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Dewan Pengawas Tirta Bhagasasi Bahas Kisruh Internal
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Tri Adhianto Minta OPD Perkuat Pengawasan, Pemkot Bekasi Benahi Sistem Cegah Korupsi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Tri Adhianto Teken Komitmen Antikorupsi Bersama KPK dan ATR/BPN, Perkuat Tata Kelola Pertanahan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Pemkot Bekasi Siagakan 11 Water Trucking

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Kebocoran Air Tembus 60 Persen hingga Dewas Dinilai Tak Kompak

Berita Terbaru

Atlet balap sepeda Kota Bekasi, Dharmawan Bekti, berhasil meraih podium pertama nomor Criterium Men Youth Jawa Barat pada Bupati Bogor Cup 2026 di Pakansari, Bogor, Sabtu (8/8/2026).

Bogor

Dharmawan Bekti Naik Podium, Bekasi Bidik Emas Porprov

Sabtu, 8 Agu 2026 - 21:12 WIB

Diskusi “Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampaknya terhadap Industri Otomotif Indonesia” menghadirkan Cahyo Setyo Wibowo dari Kementerian ESDM, Ronny Senjaya, dan Aji Jaya dalam rangkaian GIIAS 2026, Tangerang, Jumat (7/8/2026).

Otomotif

B50 Diuji 40.000 Km, Apa yang Terjadi pada Kendaraan Diesel?

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:39 WIB

Peserta Fashion Show Gebyar Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bekasi tampil mengenakan busana bernuansa budaya Nusantara di atas catwalk. Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas lokal Kabupaten Bekasi.

Lainnya

34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi

Jumat, 7 Agu 2026 - 12:46 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe memberikan apresiasi kepada atlet Peparpeda saat membuka ajang olahraga pelajar disabilitas di Kota Bekasi.

Olahraga

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Kamis, 6 Agu 2026 - 14:00 WIB