Eka: Pemkot Bekasi Memiliki kelemahan Dalam Sistem Pengendalian Internal Pembelanjaan

- Redaksi

Sabtu, 29 Desember 2018 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Bekasi – Sekretaris Badan Perencanaan Daerah Kota Bekasi, Eka Hidayat Taufik menyatakan bahwa terdapat keadaan kahar (Force Majeur) ketidakseimbangan dalam proses penganggaran belanja dan pembangunan berjalan di Kota Bekasi.

Keadaan kahar disebutkan oleh Eka akibat transisi pemerintahan yang menjadikan pendapatan daerah Kota Bekasi mengalami perlambatan luar biasa dan pengurangan bantuan dari luar yang tidak mencapai angka yang disepakati.

“Pada intinya setiap pemerintahan merencanakan pembangunan dengan dinamis dan asumsi optimis, namun pada akhirnya ada raihan pendapatan tidak seimbang dengan pembelanjaan daerah yang mengakibatkan keuangan daerah mengalami problem,”jelas Eka, Jumat, (28/12/2018) saat menjadi pembicara diskusi Rukun Jurnalis Bekasi bertemakan “Mengulik Anggaran Kota Bekasi.”

Baca Juga :  Sofwan : Cium Penyalahgunaan Izin Pencetakan Sawah

Dirinya juga merincikan dalam proses perencanaan awal APBD 2018, dirinya mengaku Pemkot Bekasi memiliki kelemahan dalam sistem pengendalian internal pembelanjaan, namun Bappeda telah melakukan antisipasi membengkaknya belanja daerah dalam proses perencanaan anggaran.

Baca Juga :  Prabowo Janjikan Keadilan Buat Semua Golongan Masyarakat, Ini Tokoh Tionghoa Dibalik Prabowo-Sandi

“Dari awal penetapan APBD 2018 kami sudah melakukan antisipasi marking belanja dan juga menggenjot pendapatan daerah secara maksimal, namun pada akhirnya ada kelemahan di sistem pengendalian internal yang menjadikan kas daerah mengalami permasalahan.”

“Solusi yang dianggap Pemkot paling tepat untuk merestrukturisasi keuangan daerah kami melakukan tunda bayar terhadap belanja langsung dan mengurangi kegiatan-kegiatan secara besar-besaran untuk efisiensi kas daerah.”

Menyikapi perdebatan Kartu Sehat yang dianggap membebani keuangan daerah dan melawan instruksi pemerintah pusat, dirinya menjawab pemerintahan Kota Bekasi akan mengevaluasi dan audit penyelenggaraan KS.

Baca Juga :  Tok, DPRD Kota Bekasi Setuju Bahas APBD TA 2024 dan Kesepakatan KUA PPAS 2025

“Di tahun mendatang, kami tetap menyelenggarakan KS karena sesuai dengan amanat Perda, namun kami sedang memulai evaluasi dan audit, serta berupaya mengintegrasi KS dengan JKN-KIS dengan mencari formula yang tepat, karena kami menginginkan pelayanan setelah jaminan kesehatan daerah dan pusat diintegrasi harus tetap sama pelayanan ke masyarakatnya,” tutup Eka.(zii/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Bekasi Segera Panggil Dewan Pengawas, Kisruh PDAM Tirta Bhagasasi Jadi Sorotan
Pemkot Bekasi Perkuat UMKM Lewat Pelatihan Pengurusan Izin BPOM, Harris Bobihoe Dorong Produk Naik Kelas
Sawah Bekasi Terancam Kekeringan, Asep Surya Atmaja Turun Gunung: Alat Berat Siap Dikerahkan!
Pemkab Bekasi Resmi Luncurkan Logo dan Tema Hari Jadi ke-76, Usung Semangat Bangkit Bersama
DLH Kabupaten Bekasi: Dokumen UKL-UPL PT Glow Industri Herbal Care Belum Diproses, DPRD Siap Panggil Dinas Terkait
Warga Taman Persada Raya Bikin 1.000 Lubang Biopori, Wali Kota Bekasi: Ini Contoh Nyata Hadapi Kemarau
DLH Kota Bekasi Selidiki Dugaan Pencemaran Kali Bekasi, Sumber Diduga dari Hulu
Polres Metro Bekasi Kerahkan 4.222 Personel Amankan Pilkades Serentak di 154 Desa

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:33 WIB

DPRD Kabupaten Bekasi Segera Panggil Dewan Pengawas, Kisruh PDAM Tirta Bhagasasi Jadi Sorotan

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:45 WIB

Pemkot Bekasi Perkuat UMKM Lewat Pelatihan Pengurusan Izin BPOM, Harris Bobihoe Dorong Produk Naik Kelas

Senin, 27 Juli 2026 - 16:01 WIB

Sawah Bekasi Terancam Kekeringan, Asep Surya Atmaja Turun Gunung: Alat Berat Siap Dikerahkan!

Senin, 27 Juli 2026 - 14:52 WIB

Pemkab Bekasi Resmi Luncurkan Logo dan Tema Hari Jadi ke-76, Usung Semangat Bangkit Bersama

Senin, 27 Juli 2026 - 07:23 WIB

DLH Kabupaten Bekasi: Dokumen UKL-UPL PT Glow Industri Herbal Care Belum Diproses, DPRD Siap Panggil Dinas Terkait

Berita Terbaru

Pertemuan penuh keakraban antara Hotman Paris Hutapea, perwakilan PWI Pusat, dan tokoh pers nasional dalam suasana makan siang di Jakarta. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri polemik demi menjaga persatuan Indonesia serta memperkuat soliditas insan pers.

Jakarta

PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik

Selasa, 28 Jul 2026 - 17:31 WIB

Kerjasama Hubungi Kami