Dikebut, Pembangun Rutilahu Pasangan Viral Didin dan Jujun

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Portet kemiskinan yang mendera keluarga pasangan Didin (70) dan Jujun (31), warga Blok Puhun Desa Sindangkempeng Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon yang hidup di gubuk ukuran 3 meter kali 4 meter, kini mendapat perhatian sekaligus bantuan dari Pemerintah desa setempat, yakni program berupa Rutilahu.

Saat ditemui di lokasi pembangunan Rutilahu untuk keluarga Didin dan Jujun, Kuwu Sindangkempeng Mulyadi melalui Kaur Umum Heri mengatakan, pembangunan Rutilahu sedang dalam tahap pelaksanaan dan akan secepatnya diselesaikan, agar bisa ditempati oleh keluarga Didin beserta anak dan istrinya

“Sedang kami bangun Rutilahu untuk Ceu Jujun. Insya Allah Senin sudah bisa ditempati,” jelasnya, Jumat (13/7).

Masih menurut Heri, bahan bangunan sudah tersedia, dan tim elaksana kerja dibantu oleh masyarakat setempat hari ini akan bahu membahu membangun rumah ukuran 6×6 meter persegi.

“Kami melaksanakan perintah dari Pak Kuwu. Pembanguan Rutilahu segera diselesaikan agar keluarga Didin menempati rumah yang layak dihuni. Kami bangun rutilahu ini 6×6 meter, dan pada tahun yang akan datang juga di prioritaskan pembagunan MCK-nya,” tuturnya.

Ditambahkan Heri, pembangunan Rutilahu ini dari nol persen, sehingga biaya hanya mencukupi pembagunan rumah semi permanen saja. Namun, pihak pemerintah desa tidak tinggal diam, karena akan menganggarkan kembali pembangunan Rutilahu ini agar lebih layak dan tersedia MCK.

“Untuk anggaran sama dengan Rutilahu yang lain, sebesar Rp 10 juta, sehingga pembangunannya akan dilakukan 2 kali tahun ini dan tahun depan, mengingat keterbatasan anggaran sehingga MCK dibangun menyusul,” jelasnya.

Heri berharap, jika ada keluhan baik itu infrastruktur maupun sosial agar tidak segan menyampaikan langsung ke pemerintah desa yang dikhawatirkan ada miss komunikasi lagi seperti yang dialami oleh keluarag Didin dan Jujun sebelumnya.

“Kami sangat berharap agar warga tidak segan datang ke kantor desa dan menyampaikan langsung pada Kuwu jika ada masalah seperti ini. Sebetulnya Desa Sindangkempeng pada tahun 2016 sudah 100% bebas dari rumah tidak layak huni,” terangnya.

Sedangkan pada saat ditemui, Jujun (31) sangat terharu dengan perhatian dari pemerintah desa, di mana gubuk yang selama ini ditinggali oleh anak dan suaminya yang sakit kini telah dirobohkan dan dibangunan Rutilahu dengan ukuran yang cukup luas untuk ditempati.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih pada Pak Kuwu dan jajarannya yang sudah memperhatikan nasib kami,” ujarnya.

Ditambahkan Jujun, hidupnya susah karena suaminya sudah tidak bisa lagi bekerja karena lanjut usia dan sakit asam urat kronis. Untuk jalan saja harus dibantu tongkat. Sedangkan dirinya tidak bisa bekerja kerena anak dan suaminya tidak bisa ditinggal jauh.

“Untuk berjualan pun belum ada modal, padahal untuk makan saja kami dibantu sanak saudara dan para tetangga,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *