Didit Susilo: Polemik dan Kegaduhan Ujung-ujungnya Pelayanan Publik Menjadi Terganggu

- Redaksi

Rabu, 1 Agustus 2018 - 12:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bekasi– Polemik calon pelaksana tugas (Plt) sekretaris daerah (Sekda) yang diajukan Pj Walikota Bekasi Rudi Gandakusumah, tidak boleh sampai mengganggu pelayanan publik. Perseteruan Pj Walikota dengan Walikota Bekasi terpilih dinilai sebagai contoh buruk dalam pengelolaan birokrasi.

Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo menyampaikan, meski pasangan walikota dan wakil walikota terpilih saat ini belum ditetapkan oleh KPU Kota Bekasi karena menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK), tapi etikanya Pj Walikota Bekasi harus membangun komunikasi dengan semua pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono melaksanakan Sholat Gerhana Mataharai

“Membangun komunikasi itu kan bagian dari silaturahmi dan bisa mencairkan ego personal yang tidak perlu. Jangan hanya bicara diskresi kekuasaan, akibatnya menimbulkan kegaduhan,” ujarnya,Rabu (1/8).

Sehingga tidak akan menimbulkan polemik dan kegaduhan yang ujung-ujungnya pelayanan publik menjadi terganggu. Oleh sebab itu, jika nanti penetapan walikota dan wakil walikota terpilih sudah dilakukan KPU, sebaiknya dibuat tim penghubung atau tim singkronisasi dan asistensi antara walikota terpilih dengan Pemkot Bekasi.

“Tim itu sangat penting untuk singkronisasi, menyelaraskan RJPMD, RAPBD 2019, menyesuaikan program 100 hari kerja, visi misi 5 tahun ke depan,” ujar Didit.

Baca Juga :  Mantan Dandim Meninggal Dunia Akibat Kelelahan Usai Jadi KPPS

Dia mencontohkan, Gubernur DKI Jakarta terpilih dan Gubernur Jawa Barat terpilih juga membentuk tim serupa untuk koordinasi dan singkronisasi. “Sehingga tidak ada kegaduhan dan polemik yang kian meruncing karena ego kekuasaan yang berlebihan,” jelasnya.(izi/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar
Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional
Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!
RAPBD 2027 Disepakati, Harris Bobihoe Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Dijaga
32 Ribu Lowongan Kerja Tersedia di Nyari Gawe, Warga Bekasi Bisa Cari Kerja Tanpa Calo
Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini
Asep Surya Atmaja Sentil Kinerja ASN: APBD Jangan Hanya Habis di Atas Kertas
Shin Tae-yong Hadir di Bekasi, DPD RI Bidik Calon Bintang Baru Timnas Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:00 WIB

RAPBD 2027 Disepakati, Harris Bobihoe Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Dijaga

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:27 WIB

32 Ribu Lowongan Kerja Tersedia di Nyari Gawe, Warga Bekasi Bisa Cari Kerja Tanpa Calo

Berita Terbaru