Dibangun Awal Abad 15, Lawang Sanga Punya Kisah Misteri

- Redaksi

Senin, 25 Maret 2019 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cirebon- Lawang Sanga dibangun awal abad 15. Sezaman dengan pembangunan Masjid Agung Sang Ciptarasa dan Masjid Pejagrahan. Lawang Sanga merupakan bangunan bersejarah dan termasuk dalam bangunan cagar budaya. Letaknya di tepi Kali Kriyan di bagian belakang Komplek Keraton Kasepuhan.

Bangunan ini mempunyai peranan yang sangat penting pada masa lalu karena tamu-tamu Kesultanan Cirebon yang akan singgah ke istana datang dan pergi dari pintu tersebut.

Baca Juga :  Salut, FORKOCI Lakukan Baksos Wisata Religi Di Cirebon Barat

Pada jaman dahulu, Kesultanan Cirebon yang merupakan Kesultanan Islam yang cukup besar telah mengadakan hubungan multilateral dengan negara, bangsa dan kerajaan lain, seperti dari Gujarat, Campa, Cina, Arab, dan lain sebagainya.

Peranan Lawang Sanga ini tidak hanya dalam bidang sosial ekonomi saja, akan tetapi juga dalam bidang lain seperti kebudayaan, pendidikan dan politik.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Dahulu Lawang Sanga ini digunakan sebagai tempat masuk penerimaan upeti untuk raja-raja di Indonesia, dari raja-raja dari luar negara, dengan melalui Kali Kriyan, dan berlabuh di depan Lawang Sanga.

Peranan Lawang Sanga sebagai pintu gerbang Keraton dari arah perairan Laut Jawa ini demikian penting sehingga konon dahulu daerah tersebut merupakan daerah yang cukup sibuk.

Baca Juga :  Tri Adhianto: Saat Perempuan Berdaya, Keluarga dan Ekonomi Ikut Tumbuh

Lawang sanga juga melambangkan sembilan (sanga) lubang yang berada di badan manusia, lubang tersebut harus selalu dijaga agar tetap bersih.

Lawang Sanga hanya akan dibuka setahun sekali pada 1 Muharram. (@urbanjabar.id).

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Tag :

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:06 WIB

JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami