RJN, Cirebon- Lawang Sanga dibangun awal abad 15. Sezaman dengan pembangunan Masjid Agung Sang Ciptarasa dan Masjid Pejagrahan. Lawang Sanga merupakan bangunan bersejarah dan termasuk dalam bangunan cagar budaya. Letaknya di tepi Kali Kriyan di bagian belakang Komplek Keraton Kasepuhan.
Bangunan ini mempunyai peranan yang sangat penting pada masa lalu karena tamu-tamu Kesultanan Cirebon yang akan singgah ke istana datang dan pergi dari pintu tersebut.
Pada jaman dahulu, Kesultanan Cirebon yang merupakan Kesultanan Islam yang cukup besar telah mengadakan hubungan multilateral dengan negara, bangsa dan kerajaan lain, seperti dari Gujarat, Campa, Cina, Arab, dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peranan Lawang Sanga ini tidak hanya dalam bidang sosial ekonomi saja, akan tetapi juga dalam bidang lain seperti kebudayaan, pendidikan dan politik.
Dahulu Lawang Sanga ini digunakan sebagai tempat masuk penerimaan upeti untuk raja-raja di Indonesia, dari raja-raja dari luar negara, dengan melalui Kali Kriyan, dan berlabuh di depan Lawang Sanga.
Peranan Lawang Sanga sebagai pintu gerbang Keraton dari arah perairan Laut Jawa ini demikian penting sehingga konon dahulu daerah tersebut merupakan daerah yang cukup sibuk.
Lawang sanga juga melambangkan sembilan (sanga) lubang yang berada di badan manusia, lubang tersebut harus selalu dijaga agar tetap bersih.
Lawang Sanga hanya akan dibuka setahun sekali pada 1 Muharram. (@urbanjabar.id).









