RakyatJabarNews.com, Cikarang – Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyoroti banyaknya sumber daya manusia (sdm) lokal di Kabupaten Bekasi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan meski berada di kawasan industri terbesar di Asean.
Hal tersebut disampaikan Ridwan Kamil ketika menghadiri dialog industri yang diadakan Tim Pemenangan Rindu Kabupaten Bekasi yang bertema “Membangun kemitraan pekerja & pengusaha untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis di Kabupaten Bekasi” di Hotel Enso.
Dalam dialog itu pria yang akrab disapa Emil ini mendapatkan keluhan dari salah satu pimpinan hrd perusahaan mengenai kurang kompetennya sumber daya manusia di Kabupaten Bekasi.
“Saya ingin tahu, apa program kang Emil untuk meningkatkan skill attitude. Karena sumber daya manusia di Bekasi ini sangat rendah sekali. Apa program Kang Emil yang menggelegar soal ini,”kata salah Manager HRD perusahaan.
Menanggapi hal itu Emil mengaku sudah mengetahui persoalan itu dan sudah mempunyai solusi, “Saya suka diskusi dengan pelaku investor. Mereka ngeluh tenaga kerja tidak sesuai standart,” katanya.
Ia menjelaskan sudah punya gagasan jika Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) terpilih dalam Pilgub. Yaitu mendirikan sekolah di setiap kawasan industri.
“Gagasan Rindu itu, bikin sekolah dikawasan pabrik. Nanti sekolah itu mengikuti kebutuhan pabrik mulai dari teknologi dan lainnya khusus untuk warga lokal. Dengan begitu standart sdm bisa naik,” tuturnya.
Nanti ia akan mengajak pengelola kawasan industri untuk mewujudkan itu, “Seperti di sini (Kawasan MM 2100), itu harus ada sekolah khusus industri di kawasan, begitu juga yang lainnya.kita paksa kawasan industri itu ada sekolah untuk warga lokal,” katanya.
Ketua Tim Pemenangan Rindu Kabupaten Bekasi, Anwar Musyadad mengatakan tema ini dipilih lantaran kini di Kabupaten Bekasi. Warga lokal hanya jadi penonton.
“Kita semua ingin tahu gagasan Kang Emil. Saya salah satu dimana saya tinggal ditengah himpitan kawasan industri namun masih banyak warga lokal yang hanya jadi penonton,” tuturnya.
Acara itu dihadiri oleh para pelaku industri, karyawan pabrik dan tampak hadir Wakil Ketua Umum PPP, wardatul Asriah.(Ziz/RJN)










