Demiz: Bentuk Relawan Mitigasi Tiap Kecamatan

- Redaksi

Selasa, 10 Oktober 2017 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com,Pangandaran- Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz) meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor Pangandaran. Tepatnya, di Perumahan Bumi Estetika, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Senin (9/10/2017) kemarin sore.

Demiz didampingi Wakil Bupati Pangandaran dan Kepala Dinas Sosial Jabar serta BPBD Jabar, Wagub memantau ketersediaan bantuan logistik (makanan dan obat-obatan) yang ditampung di Aula Kantor Desa Cikembulan.

Wagub mengapresiasi penanggulangan cepat BPBD Jabar yang dibantu berbagai pihak. Termasuk para relawan.

” Terima kasih kepada semua pihak. Luar biasa, begitu sangat cepat penanganannya terhadap korban bencana,” kata  Demiz.

Baca Juga :  Ironis Nasib Warga Tambun Tertahan di Rumah Sakit, Ini Kronologisnya

Dia mengucapkan duka yang mendalam bagi korban meninggal dunia dan luka-luka seraya menyerahkan bantuan logistik Pemprov Jabar yang diserahkan kepada Wakil Bupati Pangandaran

Deddy berharap, kedepan setiap Kecamatan khususnya di Pangandaran agar membentuk tim relawan mitigasi. Sebab, bencana banjir dan longsor selalu terjadi setiap tahun di daerah tersebut.

” Saya kira setiap Kecamatan bisa membentuk relawan mitigasi karena daerah ini menjadi langganan banjir dan longsor  hampir setiap tahunnya. Ini bukan daerah baru yang kena bencana, tetapi sekarang semakin meluas di tujuh Kecamatan,” terangnya.

Baca Juga :  Tentang Festival Keraton Nusantara ke XI di Cirebon, ini Kata Aher

Dengan begitu Deddy memprediksi bencana yang merenggut nyawa 4 orang ini akibat ada kerusakan maupun alih fungsi lahan di hulu sungai.

“Artinya saya memprediksi ini ada kerusakan di hulu sungai yang harus juga segera dibenahi disamping tadi tim mitigasi bencana juga bisa bekerja lebih baik termasuk peringatan dini dari instansi terkait terhadap ancaman bencana,” ucapnya.

Menurutnya, berbeda dengan bencana gempa yang sulit diprediksi terjadi, banjir lebih mudah diketahui gejalanya

Baca Juga :  Kolaborasi dengan Kodim 0507/Bekasi, Peace Love Bagikan 1000 Paket Sembako di TMMD ke-99

“Ini bisa kita prediksi kalau itu banjir sebetulnya, kecuali gempa yang sulit diprediksi,” terangnya.

Deddy berharap tidak ada lagi korban jiwa saat terjadi banjir karena sudah ada pemberitahuan awal. Termsuk juga korban areal lahan pertanian yang tergerus banjir sehingga gagal panen. Mengingat Jabar berkontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional.

“Jabar ini adalah Provinsi yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan sangat besar dan nomor satu, kalau ini tidak ditangani saya kira akan mengancam ketahanan pangan nasional,” tutupnya.(asp/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim SAR Temukan Satu Korban Tewas Ledakan Gas di Medan, Satu Orang Masih Dicari
Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Peserta dari 17 Negara
8 UMKM Kota Bekasi Tampil di HUT Dekranas 2026, Siap Rebut Pasar Nasional
IEE Series 2026 Digelar Perdana di Balikpapan
Polda Riau Ungkap 1.333 Kasus Kejahatan Jalanan, 525 Tersangka Berhasil Diamankan
IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur
One Way TransJawa
55 Ribu Kendaraan Sudah Lewat Tol Fungsional Prosiwangi Saat Mudik Lebaran 2026

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:09 WIB

Tim SAR Temukan Satu Korban Tewas Ledakan Gas di Medan, Satu Orang Masih Dicari

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Peserta dari 17 Negara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:59 WIB

8 UMKM Kota Bekasi Tampil di HUT Dekranas 2026, Siap Rebut Pasar Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:40 WIB

IEE Series 2026 Digelar Perdana di Balikpapan

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:02 WIB

Polda Riau Ungkap 1.333 Kasus Kejahatan Jalanan, 525 Tersangka Berhasil Diamankan

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami