Bandung – Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi kembali menyoroti Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat. Ia kembali memberikan arahan kepada jajaran Pemprov Jabar termasuk dinas terkait untuk merinci soal Alokasi APBD Jabar 2025.
Dalam YouTube Channelnya, Dedi menginginkan warga Jabar bisa memahami tentang alur alokasi APBD Jabar. Ia menekankan pentingnya efesiensi dan anggaran yang terfokus pada pembangunan.
“Hari ini kita kasih penjelasan karena tidak seluruh warga itu mengerti, termasuk banyak juga di tingkat nasional banyak yang mengaku pakar tidak mengerti,” kata Dedi Mulyadi, melalui YouTube Channel miliknya, dikutip Selasa (28/1/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Misalnya gini, pemerintah pusat memotong dana 305 triliun. Oh enggak punya duit, padahal yang disebut memotong itu adalah memangkas anggaran tertentu kemudian dipindahkan untuk kepentingan pembangunan,” sambungnya.
Dedi juga membeberkan bahwa Jawa Barat memiliki anggaran 31 triliun rupiah, uang tersebut diperoleh dari pajak kendaraan bermotor, pajak penghasilan, dan PPN.
“Kemudian bahwa seluruh regulasi itu akan bisa tercapai manakala regulasi ekonominya berjalan dengan baik, perusahaan tetap berproduksi, kendaraan tetap berjalan, ikan terjala gitu bahasa kasar saya,”imbuhnya.
Selain ditopang oleh regulasi ekonomi, ditambahkan Dedi, dalam menciptakan ketahanan ekonomi harus pula diperkuat dengan daya beli masyarakat, produksi dari pabrik-pabrik, dan kegiatan ekonomi yang membuat roda perekonomian di Jawa barat terus berjalan.
“Nah, kemudian sawah panen, jagung panen, pabrik-pabrik berproduksi, orang belanja ke pasar, belanja ke mall, belanja ke toko, ekonominya muter,” tuturnya.
Selain aspek ekonomi, ia menyebut aspek keamanan perlu juga diperhatikan, seperti tidak adanya perang, konflik, serta mengantisipasi bencana alam. Alasanya faktor tersebut akan memutuskan ekonomi.
Kedepan Dedi akan memberikan target setiap tahunnya khususnya pada bidang pendapatan. Target tersebut akan dilakukan secara bertahap seperti Pendapatan Pajak kendaraan yang sebelumnya ditargetkan 8 triliun, menjadi 10 triliun.
“Tapi enggak sekarang Pak, tahun depan saya bikinnya, kalau tahun sekarang saya takut banyak yang stres soalnya harus pelan-pelan dulu,” ucapnya. (*)
Penulis : Aldi Salman
Editor : Abdul
Sumber Berita: rakyatjabarnews.com









