Jawa Barat – Gubernur terpilih Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyambangi Mardigu Wowik Prasantyo atau lebih dikenal dengan sebutan Bossman membahas sejumlah isu khususnya di Bidang Ekonomi.
Mardigu yang juga dikenal sebagai pengusaha, bercerita ada tiga temannya yang merupakan Investor yang telah membangun pabrik di Indonesia, namun mendapat gangguan dari salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas), menyebabkan investor tersebut memindahkan pabriknya ke Vietnam.
“Teman saya udah tiga orang (Cerita) dan saya naikin di IG (instagram) Cerita, tentang Ormas yang mengganggu itu dan dia sudah bikin pabrik (di Indonesia) dia pindah ke Vietnam,” kata Mardigu, dikutip dari YouTube Channel Kang Dedi Mulyadi, Senin (19/2/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Mardigu juga bercerita bahwa ada dua investor lainnya asal Indonesia yang pada akhirnya memilih Vietnam sebagai tempat berinvestasi.
“Ini orang Indonesia pabrik dia pindah ke Vietnam, terus dua investor enggak jadi ke Indonesia dan pindah juga ke Vietnam,” terangnya.
Mardigu menerangkan investor tersebut lebih memilih Negara Vietnam, pasalnya dirasa lebih memberikan rasa aman termasuk memiliki Pemerintah yang bersih.
Para Investor merasa belum yakin tentang keamanan berinvestasi di Indonesia, lagi-lagi disebut Mardigu gangguan Ormas membuat psra investor berpikir ulang.
“Dia bilang (investor) ke Vietnam itu Clean and Clear enggak ada yang namanya Ormas jadi dagang, oke saya bilang bentar lagi Jabar Clean and Clear,” jelasnya.
KDM tidak menampik persoalan tersebut, ia mengatakan masalah tersebut muncul di Jawa barat, ada banyak orang yang mengaku dirinya dari suatu Ormas.
Dijelaskan KDM orang-orang tersebut mengurusi banyak hal, diantaranya Pembebasan tanah, mengurusi pembangunan pabrik, orang yang masuk kerja (diharuskan setor), urusan limbah, termasuk barang-barantg yang masuk pabrik harus menyetor dulu dengan dalih berbagai macam.
Menurutnya hal tersebut menyebabkan terganggunya pendirian pabrik dan produksi barang, solusi yang akan diberikan KDM yakni menyiapkan Anggaran khusus pengamanan investasi di Jawa Barat.
“Agar mereka bisa tenang, tentram, bisa menjamin keamanan para investor dan karyawan tidak dipunguti duit ketika masuk (kerja),” kata KDM.
Selain keamanan, KDM juga memastikan kebutuhan Investasi lainnya seperti infrastruktur Jalur darat, air maupun udara bisa terpenuhi.
“Menjamin Infrastrutur, tersedia jalan darat, kereta api, pelabuhan, udara, saya ingin energinya dikerahkan untuk itu, dan menurut saya (jawa Barat) sangat bisa.” tegasnya.(*)
Penulis : Aldi Salman









