Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui instagram pribadinya mengabarkan soal progres penanganan banjir di sejumlah daerah Jawa Barat, mulai dari wilayah Bogor, Bekasi, Sukabumi, hingga Bandung Raya.
Salah satunya yakni pembongkaran tempat wisata di kawasan puncak bogor yang terus berlanjut, dimana terdapat 10 eskavator diturunkan untuk membongkar bangunan yang melanggar.
Wilayah lainnya yakni di Kabupaten Bandung yang terkena banjir, diinstruksikan KDM kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar beserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar untuk mengidentifikasi penyebab banjir di kawasan tersebut. Ia tidak ingin kejadian banjir yang sudah berpuluh tahun lamanya terulang kembali.
Menyisir ke daerah Bandung Barat yang terjadi longsor di tempat pembuangan sampah juga sudah mulai langsung ditangani. Untuk itu dirinya mengimbau kepada Bupati dan Wali Kota di Jawa Barat untuk terus bekerja dan saiing bergandengan dalam menuntaskan berbagai persoalan.
“Kita nggak usah menyalahkan masa lalu, mari kita perbaiki hal-hal yang dulu tidak sempat dibuat,”katanya, disampaikan melalui akun Instagram @dedimulyadi71 Minggu (9/3/2025).
Menurutnya lebih baik fokus terhadap pembuatan rencana yang jelas, kebijakan yang memadai, serta aksi-aksi yang lebih nyata. Ia pun akan terus melakukan monitoring untuk melihat sejauh mana progres yang telah diakukan.
“Hari Senin (10/3/2025) juga saya akan turun lagi ke Bogor untuk memutuskan bagian hulu sungai agar tidak terjadi lagi banjir di Bekasi dan mengurangi banjir di Jakarta,” jelasnya.
Beberapa hari kedepan KDM juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh soal kebijakan di Provinsi termasuk seluruh Kabupaten Kota di Jawa Barat. Ia akan mendalami apa saja kebijakan yang dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip lingkungan.
Saat ini penanganan banjir di sejumlah daerah Jawa Barat masih terus berlanjut, KDM juga mengajak pihak PTPN, Perhutani, dan pihak lainnya untuk duduk bersama mencari solusi secara jangka panjang soal penanganan banjir yang salah satunya karena kerusakan lingkungan. (*)
Penulis : Aldi Salman











