oleh

Bank Indonesia Dorong UMKM di Ciayumajakuning Terapkan Bisnis e-Commerce

RJN, Cirebon– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjual produknya di pasar digital. Karena, e-Commerce dinilai sangat potensial untuk meningkatkan kuantitas penjualan suatu produk sehingga omzet yang diperoleh bisa berkali-kali lipat daripada pemasaran yang dilakukan secara konvensional.

Sebanyak 79 UMKM di Wilayah III Cirebon diberikan pelatihan bagaimana memanfaatkan platform digital. Pasalnya, sebelum memasuki pasar yang lebih luas apalagi penjualan secara online, pelaku UMKM perlu melakukan penyesuaian dari mulai strategi pemasaran, metode penjualan, pengemasan produk, dan kualitas produk.

Menurut Kepala KPwBI Cirebon Fadhil Nugroho, selama ini pelaku UMKM sudah memanfaatkan media sosial untuk menjual produknya, namun belum optimal. Karena masih menggunakan akun pribadi sehingga pasar yang diraih masih dalam skala kecil.

“Lewat pelatihan ini, kami memfasilitasi pelaku UMKM agar produk-produk mereka dapat dikenal dan menjual produknya di pasar yang lebih luas lagi yaitu melalui platform digital,” katanya, Jumat (30/8/2019).

Fadhil menyatakan, Wilayah III Cirebon memiliki sejumlah produk unggulan mulai dari kuliner, makanan olahan, kerajinan tangan, dan lainnya. Namun, komoditas itu belum dapat bersaing optimal dengan produk lainnya yang sudah lebih dulu ada di e-Commerce.

“Setiap daerah pasti punya produk unggulan, di Cirebon juga ada. Namun, kendalanya adalah mereka mampu memproduksi tapi belum maksimal dalam penjualan,” imbuhnya.

Dia menekankan, jika ingin diminati oleh pasar global suatu produk harus memiliki kualitas yang baik, kemasan yang menarik, dan harga yang bersaing. Jika hal ini tidak dicermati maka pengusaha-pengusaha atau pelaku UMKM akan tergerus oleh produk-produk impor.

“Jangan sampai yang dijual di online itu dikuasai oleh produk-produk impor semua. Kita jangan mau kalah dan ketinggalan,” tuturnya.

(gie/rjn)

Komentar

News Feed