Balita Asal Subang Butuh Pertolongan Segera

- Redaksi

Senin, 10 Februari 2020 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

i

ilustrasi

RJN, Subang – Ulfa Nur Fitriani, balita berusia 8 bulan, sejak lahir harus mengalami sakit, karena ada benjolan di kepalanya.

Ulfa Nur Fitriani merupakan anak dari pasangan Eman Suherman (25) dengan Eka Komariah (25), warga Blok Jalitri Panglejar RT36/09 Kelurahan Karanganyar Subang.

Eman mengungkapkan, benjolan yang ada di kepala anaknya itu, awalnya kecil. Namun semakin lama semakin membesar.

Eman yang kesehariannya hanya menjadi sopir, tidak sanggup membayar biaya pengobatan anaknya itu, yang sudah di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng Kabupaten Subang.

Karena tidak sanggup pihak RSUD Ciereng Subang, karena alasan minimnya peralatan, kemudian kata Eman, anaknya itu di bawa ke Rumah Sakit Shiloam Purwakarta. Hasilnya pun sama, kemudian dirujuk ke RSHS Bandung.

Baca Juga :  Mantan Kades Lambangsari Maju Sebagai Caleg DPRD Provinsi Jabar

Berdasarkan hasil diagnosa dokter RSHS, bahwa Ulfa mengalami retak tulang kepala di bagian atas, sehingga cairan otak keluar, dan membentuk benjolan.

“Ya, kami sudah berupaya agar anak saya ini bisa sembuh, meski jujur saya tidak memiliki uang untuk mengobati anak saya ini sampai sembuh. Tetapi kami sudah mencoba membawanya ke RSUD Ciereng Subang, kemudian ke RS Shiloam Purwakarta dan terakhir ke RSHS Bandung,” ujar Eman, Minggu (9/2/2020).

Eman mengatakan, sampai hari ini ia menunggu jawaban dari RSHS Bandung, yang berjanji akan menindaklanjuti penyakit anaknya ini. Tetapi sudah empat bulan ini, tidak juga ada kejelasan dari RSHS

Baca Juga :  TORH Hadir di Harapan Indah

“Saya sempat tanyakan ke RSHS, jawabannya RSHS juga tidak memiliki peralatan untuk melakukan operasi, dan alasan lainnya, RSHS mengalami krisis keuangan akibat klim BPJS yang sampai saat ini, belum di bayarkan. Tapi RSHS sempat menjanjikan, ke kami menunggu panggilan dari RSHS,” terangnya.

Karena khawatir kondisi anaknya ini lanjut Eman, ia bersama istri dan keluarganya meminta bantuan kepada Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalakati Evi Silviadi, untuk mencari solusi, terkait kesembuhan anaknya itu. Karena untuk tindakan operasi penyakit yang dialami anaknya itu, harus memiliki uang sekitar Rp300 jutaan.

“Saya punya uang dari mana Pak, uang sebsar itu, saya hanya seorang sopir, jadi saya memberanikan diri meminta bantuan ke Raja Galuh Pakuan,” pungkas Eman.

Baca Juga :  Wawali Kota Bekasi : BUMD Harus Inovatif dan Memiliki Daya Saing Kuat

Sementara itu, Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi mengaku prihatin melihat kondisi Ulfa. Ia merasa terketuk hatinya untuk membantu kesembuhan Ulfa.

“Saya Insyaa Alloh bantu, untuk kesembuhan Ulfa,” kata Evi.

Evi juga menyayangkan pihak RSHS, yang lamban dalam menangani pasien seperti ini. Terlebih BPJS yang didewakan pemerintah, tidak bisa berbuat banyak.

Padahal ditegaskan Evi, hak sehat, dan dilayani dengan baik oleh rumah sakit dan BPJS, merupakan hak dari setiap warga negara.

“Keberadaan pemerintah hari ini dibutuhkan oleh rakyat, seperti yang diharapkan saudara Eman orang tua Ulfa,” tutupnya.

(edi/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Berita Terbaru

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran meninjau implementasi sistem tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE) sebagai bagian dari transformasi digital penegakan hukum lalu lintas. Korlantas Polri mengimbau masyarakat untuk mengecek status ETLE hanya melalui situs resmi guna menghindari penipuan dan penyalahgunaan data pribadi.

Jakarta

Cek Tilang ETLE Kini Bisa Online, Hanya Butuh 1 Menit

Senin, 20 Jul 2026 - 17:21 WIB