Awas Jangan Kaget, Selain Jalannya Rusak Berat, Bawah Kolong Rel KAI Sindanglaut Juga Ada ‘Pak Ogah’

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Masyarakat pengguna jalan Kanci-Sindanglaut dibikin dongkol saat melewati kolong jembatan Rel PT KAI Sindanglaut, tepatnya di perbatasan Kecamatan Astanajapura dan Kecamatan Lemahabang. Selain jalan yang rusak berat juga licin akibat genangan air dan lumpur, kini ditambah pula oleh kehadiran sekelompok ‘Pak Ogah’ yang menambah ruwet di jalan.

Setali tiga uang, di mana ada jalan yang rusak maka dipakai kesempatan oleh oknum masyarakat yang sengaja memanfaatkan situasi dan kondisi pada saat laju kendaraan melambat, untuk meminta-minta pada pengendara baik, roda empat maupun roda dua. Keadaan ini membuat ketidaknyamanan bagi masyarakat yang melewati jalanan ini.

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Cirebon, sekaligus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dari Dapil 6, Suherman atau biasa disapa Anger mengatakan bahwa, dirinya sudah berulang kali menyampaikan pada Dinas terkait khususnya PUPR agar segera memperbaiki infrastruktur jalan, agar masyarakat Kabupaten Cirebon nyaman dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari, khususnya pengguna jalan di Wilayah Cirebon Timur.

“Saya kerap kali mendapatkan masukan aspirasi darivmasyarakat tentang keluhan kerusakan jalan, khususnya di bawah kolong rel kerata api Sindanglaut yang rusak berat, ditambah lagi saat musim penghujan selalu tergenang oleh air hujan,” terangnya saat ditemui awak media di bilangan Kecamatan Lemahabang, Sabtu (24/3).

Anger menyayangkan pungli di jalan yang dilakukan oleh para ‘Pak Ogah’ pada masyarakat pengguna jalan. Selain tidak nyaman oleh jalan yang rusak, ditambah lagi adanya pungli, sehingga perjalanan terhambat yang mengakibatkan kemacetan di bawah kolong jembatan.

Sedangkan pada saat meminta informasi kapan akan diperbaiki oleh Dinas PU PR, melalui Kepala UPT PU PR Sindanglaut Oong saat dihubungi melalui sambungan telpon mengatakan, bahwa sebetulnya material aspal sudah siap untuk digelarkan dalam perbaikan jalan di kolong jembatan. Namun melihat kondisi alam, maka pemeliharaan jalan terpaksa ditunda menunggu curah hujan berkurang agar aspal tidak mengelupas oleh curah hujan yang tinggi.

“Untuk masalah genangan air, maka akan dibuat sedotan cacing agar air yang senantiasa menggenangi kolong jembatan rel PT KAI, bisa mengalir ke kali,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *