Kardaya Warnika Tolak Wacana Pemerintah untuk Impor Beras

- Redaksi

Kamis, 25 Januari 2018 - 12:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Terkait dengan wacana pemerintah akan mengimpor beras, Anggota DPR RI Komisi XI Dr. Ir. Kardaya Warnika DEA sangat tidak menyetujuinya. Hal tersebut diungkapkannya dalam acara Capacity Building Sinergi Program Kerja Pengendalian TPID ss-Provinsi Jawa Barat di Luxton Hotel, Jl. Kartini Kota Cirebon hari Kamis (25/1).

Menurutnya, berdasarkan laporan dari Kementrian Pertanian, stok beras di Indonesia masih cukup, bahkan surplus. Jadi, untuk apa mengimpor beras jika stok masih melimpah.

Baca Juga :  Ekonomi Syariah Masih Kurang Disadari oleh Masyarakat

“Stok beras kita ini masih melimpah. Untuk apa impor lagi? Kasihan para petani kita,” jelasnya saat ditemui awak media usai memberikan materi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kardaya melanjutkan, yang paling penting untuk dipikirkan sekarang adalah kesejahteraan rakyat. Sebagian besar masyarakat Indonesia adalah petani, dan mereka menjual berasnya. Jika Indonesia diguyur dengan beras impor, petani-petani akan kesusahan.

Baca Juga :  Tiket Tambahan Kereta Lebaran Dibuka, 90% Sudah Habis Terjual

Jikapun alasannya mengimpor beras karena harga beras lokal yang semakin mahal, hal tersebut bukanlah suatu penyelesaian. Naiknya harga memang jelas akan menyulitkan rakyat. Tapi mereka akan lebih kesulitan lagi jika adanya beras impor.

Karena itu, lanjut Kardaya, pentingnya inflasi ini bisa mempengaruhi kesejahteraan rakyat. Sehingga, sebagai tugas dan fungsi Bank Indonesia untuk menjaga dan mengelola inflasi, maka perlunya sinergi program berbagai kegiatan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), khususnya Jawa Barat.

Baca Juga :  Berkah Bisnis Group Gelar Seminar Ajak Pemuda Menggapai Cita

Seperti diketahui, Jawa Barat berdekatan dengan Jakarta, yang berarti wilayahnya berperan sebagai penyangga ibu kota. Jika penyangganya tidak kuat, maka Jakarta akan goyah. Karena itu, banyaknya infrastruktur di Jawa Barat dibandingkan daerah lain sangat mempengaruhi inflasi. Dengan begitu, juga memepengaruhi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“Karena itu, harga naik tidak apa-apa jika penghasilan rakyat juga tinggi,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar
Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional
Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!
Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini
Asep Surya Atmaja Sentil Kinerja ASN: APBD Jangan Hanya Habis di Atas Kertas
Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Tri Adhianto Matangkan Manajemen Talenta ASN
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Asep Surya Atmaja Sentil Kinerja ASN: APBD Jangan Hanya Habis di Atas Kertas

Berita Terbaru