Agung Laksono: Jangan Mudah Terpancing di Medsos

- Redaksi

Sabtu, 23 September 2017 - 20:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Dengan semakin berkembangnya isu-isu soal perpecahan bangsa dan kebangkitan paham komunis di Indonesia, membuat kita jangan asal mudah terpancing dengan pemberitaan di dunia maya ataupun medsos.

Hal tersebut diungkapkan oleh politisi senior Partai Golkar Agung Laksono dalam acara bertajuk Sarasehan Kebangsaan Pancasila, Jiwa dan Kepribadian Bangsa Indonesia yang diadakan di rumah makan Magna yang terletak di Jl. Bahagia Kota Cirebon, hari Sabtu (23/9).

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa undangan yang terdiri dari tokoh-tokoh lintas agama, tamu undangan, media, dan juga Dave Akbarshah Fikarno, putra Agung Laksono sendiri.

Dalam sambutannya, Agung Laksono mengingatkan supaya jangan mudah terpancing apapun di sosial media. Dan tetaplah berpegang pada Pancasila sebagai bagian dari upaya mempertahankan kepribadian bangsa.

“Ancaman dari waktu ke waktu senantiasa menghantui kita. Oleh karena itu mari kita mewaspadai terhadap upaya-upaya yang bisa mengancam kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Terkait Insiden Hilangnya Ribuan Surat Suara di Kabupaten Cirebon, Ini Klarifikasi Ketua KPU Kabupaten Cirebon

Menurutnya, pro dan kontra mulai muncul. Ada yang mempersoalkan eksistensi tapi pahamnya boleh dibiarkan. Ada yang mengatakan ideologi tidak bisa dimatikan. Karena punya potensi yang memecah persatuan bangsa Indonesia.

Soal isu PKI yang muncul, mantan ketua DPR RI itu mengaku bahwa ancaman itu sudah ada sejak lama. Jangan sampai ditambah-tambah lagi

“Pemerintah sudah memaafkan dan sudahlah lupakan saja. Komunisme itu sudah dilarang,” tandasnya.

Dave Akbarshah juga ikut memberikan pernyataan, bahwa tujuan utama diadakannya acara ini adalah supaya jangan ada perbedaan dan perpecahan. “Kita solid jadi satu dan jangan sampai paham radikalisme masuk dalam diri kita. Indonesia tetap solid dan Pancasila tetap terjaga,” tegas anggota DPR RI Komisi 1 tersebut.

Baca Juga :  Cirebon Kelana, Lebih Khas dengan Varian Cake-nya

“Komunis itu suatu paham, individualnya akan hilang, pergi, dan mati. Tapi semangatnya tidak akan hilang. Karena itulah Pancasila muncul sebagai pemersatu bangsa dan jangan sampai kita termakan isu-isu,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Mohamad Ikhfar Tsalahuddin Jabat Assistant Director of Sales Harper Cikarang
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Verrell Bramasta Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bantuan Pendidikan
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Syafiqa Dzikria Nafasya Raih Penghargaan Anugerah Anak Indonesia Awards 2026

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Mohamad Ikhfar Tsalahuddin Jabat Assistant Director of Sales Harper Cikarang

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Verrell Bramasta Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bantuan Pendidikan

Berita Terbaru