Mangkraknya Pembangunan Alun-Alun, Kontraktor dan Pemerintah Kurang Koordinasi

- Redaksi

Selasa, 19 September 2017 - 01:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Mangkraknya proyek pembangunan alun-alun selama 2 tahun di Desa Lemahabang yang berasal dari Dana PIK Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, dikarenakan akibat ketidaksinkronan antara kontraktor dan pihak kecamatan.

Edi Prayitno selaku Camat mengatakan bahwa selama pembangunan alun-alun, ada perubahan dalam perencanaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kecamatan Lemahabang.

“Proyek pembangunan taman kecamatan ada perubahan menjadi alun-alun yang multi guna untuk kegiatan masyarakat di Kecamatan Lemahabang,” ungkapnya saat ditemui awak media di kantornya hari Senin (18/9).

Menurut Ahmad Saputra selaku Kasubag Umum menjelaskan bahwa penataan proyek alun-alun yang terhenti selama 2 tahun sewaktu di bawah Dinas PU Kabupaten Cirebon, pada tahun 2017 ini proyek pembangunan alun-alun diambil alih oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon setelah ada kunjungan dari Komisi III Kabupaten Cirebon.

Baca Juga :  Pelaksanaan TMMD ke-101, Diharapkan Bisa Meningkatkan Perekonomian Daerah

“Perubahan site plan telah di setujui oleh konsultan Dinas Lingkungan Hidup, sehingga fungsi dari alun-alun kecamatan dapat dimaksimal. Alhamdulillah Haji Taufik Seniman Kecamatan Lemahabang memiliki site plan yang multi guna,” jelasnya.

Menurutnya, Dana Indikator Kewilayahan (PIK) yang memakan anggaran 2,5 milyar, maka sudah semestinya manfaat harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Kecamatan Lemahabang.

Baca Juga :  Coffee Morning, Kapolres Metro Bekasi : Pentingnya Menjalin Sinergitas Monitoring Kelancaran Tahapan Pemilukada

“Proyek alun-alun ini anggarannya dari Dana PIK secara bertahap dan tahun ini digelar oleh kontraktor CV AYESHA sebesar 900 juta lebih sampai rampung menelan anggaran 2,5 milyar. Mangkraknya proyek akibat tidak adanya kordinasi antara pihak kontraktor dengan yang punya wilayah, padahal kami yang akan menggunakan manfaatnya,” pungkasnya. (Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ
SPMB 2026 Kota Bekasi, Pemkot Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah
Ketua DPRD Kota Bekasi Dukung Program Literasi Digital JMSI Bekasi Raya
HBH Lamahu Bekasi Pererat Harmoni Budaya di CFD
Pasar Tumpah Cikarang Bakal “Disapu Bersih”, TNI-Polri Siaga 24 Jam!
Asep Surya Ajak Infocity Kawal Program Bekasi, Fokus Sampah hingga Banjir
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:40 WIB

Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial

Senin, 25 Mei 2026 - 09:37 WIB

Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ

Senin, 11 Mei 2026 - 21:59 WIB

SPMB 2026 Kota Bekasi, Pemkot Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:41 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi Dukung Program Literasi Digital JMSI Bekasi Raya

Berita Terbaru