Rocky Gerung Soroti Ideologi Global, Asep Kusnanto Tekankan Partisipasi Publik

- Redaksi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Rocky Gerung menyampaikan pandangan dalam diskusi publik bertajuk “Pasal 33 UUD 1945: Antara Demokrasi Ekonomi, Sosialisme dan Kapitalisme” di Park Hotel Cawang, Jakarta, Senin (19/10/2026).

i

Rocky Gerung menyampaikan pandangan dalam diskusi publik bertajuk “Pasal 33 UUD 1945: Antara Demokrasi Ekonomi, Sosialisme dan Kapitalisme” di Park Hotel Cawang, Jakarta, Senin (19/10/2026).

JAKARTA – Akademisi dan pengamat sosial politik Rocky Gerung mengingatkan mahasiswa dan aktivis agar memahami isu global serta pertarungan ideologi sebelum menyampaikan tuntutan kepada pemerintah. Sementara itu, Asep Kusnanto dari Wellbeing Institute menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam penerapan Pasal 33 UUD 1945.

Kedua pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Pasal 33 UUD 1945: Antara Demokrasi Ekonomi, Sosialisme dan Kapitalisme” yang digelar Indonesia Youth Epicentrum di Park Hotel Cawang, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Dalam diskusi tersebut, Rocky menyoroti perkembangan politik global yang diwarnai perdebatan mengenai kapitalisme, sosialisme, dan keadilan sosial. Menurutnya, generasi muda perlu memahami persoalan tersebut agar mampu menyusun tuntutan yang jelas dan didukung argumen kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rocky juga menyinggung gelombang protes generasi muda di Eropa yang dinilainya mencerminkan tuntutan terhadap kepastian hidup dan janji pemerintah.

Baca Juga :  PDIP Ajukan 13 Gugatan Hasil Pileg ke MK dari 13 Provinsi, Salah Satunya Jabar

Ia mengingatkan bahwa gerakan mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan aksi demonstrasi tanpa memahami persoalan yang diperjuangkan.

“Saya ingin Anda demo, tapi demo pakai otak,” ujar Rocky.

Menurutnya, demonstrasi harus memiliki dasar persoalan, konsep, dan argumentasi yang jelas. Dengan begitu, mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi secara kritis sekaligus menawarkan gagasan untuk mendorong perubahan kebijakan.

Rocky juga mendorong generasi muda memahami posisi Indonesia dalam dinamika ideologi global. Baginya, tuntutan keadilan harus disertai penjelasan mengenai makna keadilan yang diperjuangkan serta dasar pemikiran yang digunakan.

Sementara itu, Asep Kusnanto menyoroti pentingnya partisipasi publik dalam penerapan Pasal 33 UUD 1945. Ia menilai, perencanaan kebijakan ekonomi dan pembangunan perlu melibatkan masyarakat agar program yang disusun sesuai dengan persoalan nyata di lapangan.

Baca Juga :  Groundbreaking Linaya, Vortiland & SVP Sukses Tawarkan Konsep Perumahan Baru

Asep menjelaskan, perekonomian Indonesia melibatkan tiga unsur utama, yakni sektor swasta, badan usaha milik negara (BUMN), serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketiganya membutuhkan dukungan dan pengelolaan kebijakan yang tepat agar dapat menjalankan perannya dalam perekonomian nasional.

Namun, menurut Asep, salah satu hal yang masih perlu diperkuat dalam perencanaan pembangunan adalah keterlibatan masyarakat atau public engagement.

“Dari era kemerdekaan sampai sekarang ada satu yang tidak muncul, yaitu public engagement,” kata Asep.

Ia menjelaskan, pelibatan publik perlu dimulai dengan mengidentifikasi isu-isu yang benar-benar dirasakan masyarakat. Isu tersebut kemudian perlu diuji agar kebijakan yang dirumuskan tidak hanya didasarkan pada persepsi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan partisipasi warga.

Baca Juga :  Heri Purnomo Pastikan Tak Hilang Nyali Bela Kepentingan Masyarakat

Asep mencontohkan persoalan sampah yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan menyalahkan pemerintah atau masyarakat. Menurutnya, penanganan masalah tersebut membutuhkan tanggung jawab dan keterlibatan bersama.

“Polisinya juga tidak bisa disalahkan, publiknya juga tidak bisa disalahkan, dan kita harus rame-rame,” ujarnya.

Ia menegaskan, partisipasi masyarakat perlu menjadi bagian dari proses perencanaan, mulai dari penentuan persoalan hingga pelaksanaan kebijakan.

Diskusi yang menghadirkan Rocky Gerung dan Asep Kusnanto tersebut dipandu jurnalis senior Hersubeno Arief. Ilham Fadli, M.I.Kom., dari Indonesia Youth Epicentrum juga tercantum dalam susunan kegiatan.

Melalui diskusi ini, penerapan Pasal 33 UUD 1945 menjadi pembahasan dalam kaitannya dengan arah demokrasi ekonomi, persaingan ideologi, keadilan sosial, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menentukan kebijakan publik.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persija Jakarta Kalah 2-3 dari Persita, Shin Tae-yong Siapkan Evaluasi
Indosat Bundling iPhone 18 Pro, Kuota 175GB Mulai Rp499 Ribu per Bulan
Prof Romli Nilai Korupsi Rugikan Hak Sosial Masyarakat
IM3 Gelar Pesta Hadiah IMPoin 2026, Siapkan 2.026 Hadiah Termasuk Mobil Listrik BYD
Omzet PKL Sempat Anjlok 40 Persen, APKLI Apresiasi Peran Dasco
RUPSLB XLSMART Angkat Thomas Hundt sebagai Komisaris, Gantikan Vivek Sood
Kolaborasi Polri dan Media Diperkuat, Kapolda Metro Jaya Tampung Aspirasi Wartawan
Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Komentar

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Rocky Gerung Soroti Ideologi Global, Asep Kusnanto Tekankan Partisipasi Publik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Persija Jakarta Kalah 2-3 dari Persita, Shin Tae-yong Siapkan Evaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Indosat Bundling iPhone 18 Pro, Kuota 175GB Mulai Rp499 Ribu per Bulan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Prof Romli Nilai Korupsi Rugikan Hak Sosial Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:03 WIB

IM3 Gelar Pesta Hadiah IMPoin 2026, Siapkan 2.026 Hadiah Termasuk Mobil Listrik BYD

Berita Terbaru