Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

- Redaksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Pengamat kebijakan publik Raden Hamzaiya. (Dok. Pribadi).

i

Pengamat kebijakan publik Raden Hamzaiya. (Dok. Pribadi).

CIREBON – Penolakan terhadap rencana pengembangan energi geotermal di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, menjadi pengingat bahwa pembangunan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

Pengamat kebijakan publik Raden Hamzaiya menilai dinamika di Kuningan perlu menjadi bahan evaluasi bagi daerah lain yang tengah mengalami percepatan pembangunan, termasuk kawasan industri Cirebon Timur.

Menurut Hamzaiya, pembangunan tidak cukup hanya diukur dari nilai investasi dan manfaat ekonominya. Aspek lingkungan, terutama daya dukung air, lahan, ekosistem, serta ruang hidup masyarakat, harus menjadi pertimbangan sejak tahap awal perencanaan.

“Pembangunan memang penting, tetapi jangan sampai manfaat ekonominya mengabaikan lingkungan. Persoalan air, lahan, limbah, dan ruang hidup masyarakat harus dikaji secara terbuka sejak awal,” ujar Hamzaiya, Senin (5/10/2026).

Ia mengatakan masyarakat juga memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai potensi dampak sebuah proyek. Karena itu, keterbukaan informasi, kajian ilmiah, partisipasi publik, serta pengawasan terhadap komitmen lingkungan dinilai penting sebelum sebuah proyek dijalankan.

Baca Juga :  Wali Kota Pastikan Jamin Kesiapan Angkutan Dan Jalur Mudik Jelang Lebaran 1446 H

Hamzaiya menyebut persoalan tersebut relevan dengan perkembangan kawasan industri di Cirebon Timur. Pertumbuhan kawasan industri berpotensi diikuti perubahan tata guna lahan, meningkatnya limpasan air hujan, berkurangnya daerah resapan, hingga munculnya risiko pencemaran apabila tidak diantisipasi sejak awal.

Karena itu, ia mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan agar tidak hanya fokus pada percepatan investasi, tetapi juga memastikan pembangunan memiliki perencanaan lingkungan yang terukur dan pengawasan yang konsisten.

“Industri dan energi terbarukan sama-sama dibutuhkan untuk pembangunan. Tetapi keduanya tetap harus berjalan dengan prinsip kehati-hatian. Jangan sampai kita mendapatkan manfaat ekonomi hari ini, tetapi meninggalkan persoalan lingkungan bagi generasi berikutnya,” katanya.

Baca Juga :  Tinjau Banjir Pondok Gede Permai, Wali Kota Pastikan Dapur Umum Berfungsi

Hamzaiya menegaskan, pembangunan yang berkelanjutan bukan berarti menghentikan investasi maupun aktivitas ekonomi. Menurutnya, yang diperlukan adalah keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kebutuhan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.

“Yang terpenting adalah pembangunan tetap berjalan, masyarakat mendapatkan manfaat, dan lingkungan tetap terlindungi,” pungkasnya.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Rabu, 30 September 2026 - 19:59 WIB

Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Rabu, 23 September 2026 - 15:59 WIB

Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi

Minggu, 20 September 2026 - 13:16 WIB

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Berita Terbaru