JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus memperkuat layanan kesehatan pernapasan melalui kolaborasi internasional, peningkatan kualitas udara, serta penguatan sistem layanan kesehatan.
Komitmen tersebut disampaikan saat Rano menjadi keynote speaker dalam 27th International Meeting on Respiratory Care Indonesia (RESPINA) 2026 yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).
Dalam forum ilmiah internasional yang dihadiri para ahli, akademisi, peneliti, praktisi, dan tenaga kesehatan dari berbagai negara itu, Rano mengatakan kepercayaan menjadikan Jakarta sebagai tuan rumah menunjukkan posisi ibu kota sebagai kota global yang terbuka terhadap kolaborasi dan pertukaran ilmu pengetahuan.
“Kami bangga Jakarta dipercaya menjadi tuan rumah forum ilmiah internasional yang mempertemukan para ahli, akademisi, peneliti, praktisi, dan tenaga kesehatan dari berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan di bidang respiratory care,” ujar Rano.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Society of Respiratory Care Indonesia (RESPINA) yang selama lebih dari dua dekade dinilai konsisten meningkatkan mutu layanan kesehatan pernapasan melalui pendidikan, penelitian, dan kolaborasi multidisiplin.
Menurut Rano, penguatan layanan kesehatan pernapasan menjadi kebutuhan mendesak mengingat Jakarta masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari tuberkulosis (TB), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga penyakit kronis seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Selain itu, tingginya angka perokok dan meningkatnya penggunaan rokok elektronik di kalangan remaja juga dinilai menjadi ancaman serius bagi kesehatan paru di masa depan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat langkah promotif dan preventif melalui peningkatan kualitas udara, penerapan pola hidup sehat, serta penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Berbagai program telah dijalankan, di antaranya pengembangan transportasi publik terintegrasi, pengendalian emisi kendaraan, pemantauan kualitas udara melalui sistem JAKISPU, percepatan elektrifikasi armada Transjakarta, hingga optimalisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang dibarengi edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Di sisi layanan kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga terus mengembangkan rumah sakit daerah bertaraf internasional yang difungsikan sebagai pusat rujukan, pendidikan, penelitian, dan inovasi kesehatan.
Rano menegaskan, pemerintah akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar inovasi dan riset di bidang kesehatan pernapasan terus berkembang.
“Kami berharap RESPINA dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan guna menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas,” katanya.
Menutup sambutannya, Rano berharap RESPINA 2026 menjadi momentum memperkuat kerja sama internasional dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan pernapasan, sekaligus mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang sehat, modern, dan berdaya saing.
(*)











