Prabowo Subianto Jenguk Korban Kecelakaan KA Bekasi Timur di RSUD, 14 Orang Meninggal

- Redaksi

Selasa, 28 April 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau kondisi korban kecelakaan kereta api di RSUD Chasbullah Abdul Madjid, Selasa (28/4/2026).

i

Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau kondisi korban kecelakaan kereta api di RSUD Chasbullah Abdul Madjid, Selasa (28/4/2026).

Kota Bekasi – Di tengah duka mendalam akibat kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto di RSUD Chasbullah Abdul Madjid, Selasa pagi, menjadi simbol kuat perhatian negara terhadap para korban. Presiden tiba sekitar pukul 08.38 WIB dan langsung meninjau kondisi korban yang masih menjalani perawatan intensif.

Kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu disambut Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Selain memberi dukungan moril, kunjungan ini juga mengirim pesan bahwa tragedi tersebut bukan sekadar insiden, melainkan persoalan serius yang menyangkut keselamatan publik.

“Ini menjadi perhatian serius negara. Kehadiran Bapak Presiden memberi semangat bagi korban sekaligus memastikan penanganan berjalan optimal,” ujar Tri, pada Selasa (28/4/2026).

Namun di balik rangkaian kunjungan dan pernyataan empati, tragedi ini menyisakan pertanyaan besar: seberapa aman sistem transportasi rel yang setiap hari mengangkut ribuan penumpang?

Benturan keras antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line rute Cikarang menggambarkan betapa fatalnya dampak kelalaian—atau kemungkinan kegagalan sistem—di jalur padat seperti Bekasi Timur. Lokomotif dilaporkan menembus gerbong terakhir KRL, yang merupakan gerbong khusus wanita, hingga menyebabkan kerusakan parah dan korban terjepit sebelum berhasil dievakuasi.

Data sementara menyebutkan 14 orang meninggal dunia—seluruhnya penumpang KRL—serta 84 lainnya mengalami luka-luka. Para korban kini dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Chasbullah Abdul Madjid, RS Mitra Timur, RS Bella, RS Mekar Sari, dan RS Bhakti Kartini. Sementara itu, sekitar 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.

Baca Juga :  Sambut Usia Emas, Bekasi Luncurkan Logo HUT ke-75 yang Sarat Filosofi

Tri Adhianto menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi bergerak cepat sejak awal kejadian, mulai dari evakuasi hingga penanganan medis. Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan dengan pemerintah pusat dan pihak rumah sakit.

“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan terbaik dan pendampingan yang dibutuhkan,” katanya.

Meski respons cepat patut diapresiasi, insiden ini kembali membuka urgensi evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian—mulai dari manajemen lalu lintas kereta, standar operasional, hingga perlindungan penumpang di gerbong.

Baca Juga :  Pj. Wali Kota Bekasi Tegaskan Sinergitas Perangkat Daerah dan PKK Terjalin Dengan Baik

Tragedi Bekasi Timur bukan hanya soal angka korban, tetapi juga alarm keras bagi semua pihak bahwa keselamatan transportasi publik tidak boleh lagi menyisakan celah. Pemerintah pusat dan daerah kini dituntut tak hanya hadir saat krisis, tetapi juga memastikan tragedi serupa tidak terulang.

Di akhir pernyataannya, Tri menyampaikan duka mendalam dan memastikan pemerintah daerah akan terus mendampingi keluarga korban.

“Kami berduka atas korban yang meninggal dunia. Pemerintah akan terus hadir memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik,” tutupnya. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ibis Styles Bekasi Jatibening Punya Nobar Resmi dan Restoran 24 Jam, Internet Kini 300 Mbps
Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Pemkot Bekasi Tegaskan Aturan PPPK Ikuti Pusat, Soroti Batas Belanja Pegawai 30 Persen
Plh Wali Kota Bekasi Terima Kunjungan DPRD Banjarbaru, Bahas Strategi Tingkatkan PAD
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Terungkap! Pembunuhan WN Korea di Bekasi Dirancang Berbulan-bulan, Mantan Istri Diduga Jadi Dalang
Harlah Pancasila 2026, Plt Bupati Bekasi Tegaskan Pancasila Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:19 WIB

Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:11 WIB

Pemkot Bekasi Tegaskan Aturan PPPK Ikuti Pusat, Soroti Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:41 WIB

Plh Wali Kota Bekasi Terima Kunjungan DPRD Banjarbaru, Bahas Strategi Tingkatkan PAD

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Berita Terbaru