Ahmadi Madong Guncang Paripurna! Bacakan KUA-PPAS 2026: Anggaran Fantastis Rp 6,7 Triliun Disepakati

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi, Ahmadi Madong, membacakan laporan hasil pembahasan KUA-PPAS APBD 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD, Kamis (30/10/2025). Total anggaran yang disepakati mencapai Rp 6,7 triliun.

i

Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi, Ahmadi Madong, membacakan laporan hasil pembahasan KUA-PPAS APBD 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD, Kamis (30/10/2025). Total anggaran yang disepakati mencapai Rp 6,7 triliun.

Bekasi – Nama Ahmadi Madong mendadak jadi sorotan di ruang rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi, Kamis (30/10/2025). Dengan suara lantang dan penuh keyakinan, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bekasi itu membacakan laporan hasil pembahasan KUA-PPAS APBD 2026 yang nilainya mencapai Rp 6,7 triliun.

Suasana ruang paripurna sempat hening sesaat ketika Madong menegaskan bahwa APBD 2026 disepakati dengan defisit Rp 173 miliar, namun siap ditutup dengan pembiayaan daerah.

“Pendapatan daerah kita tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 6,748 triliun, sementara belanja daerah mencapai Rp 6,921 triliun. Defisit sebesar Rp 173 miliar akan ditutup melalui pembiayaan neto dari SiLPA 2025,” tegas Ahmadi Madong di hadapan pimpinan dan anggota dewan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

💬 Madong: APBD Harus Realistis dan Berdampak

Dalam laporan yang ia bacakan, Madong menekankan bahwa angka besar dalam APBD tidak boleh hanya sekadar simbol kebesaran daerah, tapi harus berdampak langsung bagi masyarakat.

“APBD bukan sekadar deretan angka di atas kertas. Ia harus menjelma jadi program nyata yang menyentuh warga — dari pelayanan dasar, pendidikan, hingga infrastruktur,” ucapnya tegas.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi ditargetkan Rp 4,130 triliun, sementara pendapatan transfer mencapai Rp 2,617 triliun.
Di sisi lain, belanja daerah mencapai Rp 6,921 triliun, dengan alokasi terbesar untuk belanja operasional Rp 5,889 triliun, belanja modal Rp 1,031 triliun, dan belanja tak terduga Rp 29 miliar.

Baca Juga :  Titi Masrifahati: Proyeksikan 3 Wilayah Percontohan Smartcity

🏦 Dorong Kemandirian BUMD

Madong juga menyoroti pentingnya kemandirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dalam KUA-PPAS 2026, DPRD menyetujui penyertaan modal Rp 27 miliar untuk tiga BUMD strategis:

Baca Juga :  Pj Bupati Gelar Safari Ramadan 1444 H di Kecamatan Bojomangu

Perumda Air Minum Tirta Patriot: Rp 10 miliar

PT Bank Syariah Patriot: Rp 10 miliar

PT Mitra Patriot: Rp 7 miliar

“Kami tak ingin BUMD hanya jadi beban APBD. Penyertaan modal ini harus punya arah jelas — berorientasi bisnis sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Madong.

⚠️ 7 Catatan Tajam Madong untuk Pemkot Bekasi

Dalam laporan Banggar yang dibacakannya, Madong juga menyampaikan tujuh rekomendasi keras kepada Pemerintah Kota Bekasi:

  1. Perkuat digitalisasi pajak dan retribusi untuk memastikan pendapatan daerah transparan dan akurat.
  2. Kurangi belanja pegawai yang kini mencapai 42% agar kembali proporsional di bawah 30%.
  3. Percepat pembenahan BUMD, pastikan penyertaan modal disertai rencana bisnis yang kuat.
  4. Fokus pada bisnis inti BUMD, jangan melebar ke sektor non-produktif.
  5. Atasi kekurangan tenaga guru dan sarana pendidikan yang masih jauh dari ideal.
  6. Pastikan pengadaan tanah clear and clean, termasuk kasus lama seperti Pasar Semi Pondok Gede.
  7. Susun KUA PPAS berbasis RKPD, libatkan seluruh OPD dan masukan dari anggota dewan.

“Kami tidak ingin APBD hanya formalitas. Harus nyata, tepat sasaran, dan dapat dirasakan oleh rakyat Bekasi,” ujar Madong disambut tepuk tangan anggota dewan.

🧭 Menuju Raperda APBD 2026

Baca Juga :  Balita Asal Subang Butuh Pertolongan Segera

Dengan disepakatinya KUA-PPAS ini, DPRD dan Pemerintah Kota Bekasi akan segera membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2026. Rencananya, pengesahan akan dilakukan pada November 2025.

Langkah ini menandai dimulainya babak baru pengelolaan keuangan daerah, di mana figur Ahmadi Madong tampil sebagai salah satu motor penggerak transparansi dan efisiensi anggaran.

“Kita harus pastikan setiap rupiah uang rakyat dikelola dengan bijak,” pungkas Madong. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter
Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa
Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu
Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
JTT Siagakan Layanan Operasional Trans Jawa Antisipasi Lonjakan Arus Libur Iduladha 2026

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:16 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:56 WIB

Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:25 WIB

Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Berita Terbaru