BEKASI — Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh kasus dugaan perundungan. Seorang siswa SMKN 1 Cikarang Barat, Abdul Aziz, harus menjalani perawatan intensif setelah diduga menjadi korban pengeroyokan belasan kakak kelasnya.
Peristiwa memilukan itu membuat rahang Aziz patah sehingga harus dioperasi di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi. Saat ini, remaja tersebut hanya bisa makan melalui selang dan diperkirakan baru dapat pulih dalam dua bulan ke depan.
Keluarga korban menyebut, Abdul Aziz dikeroyok oleh sekitar 13 siswa senior yang memukulnya secara bertubi-tubi.
“Bayangkan, anak seusia itu dipukul sampai rahangnya patah. Hati kami hancur. Kami hanya ingin keadilan ditegakkan dan tidak ada lagi korban lain,” ungkap pihak keluarga dengan suara bergetar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus ini menimbulkan gelombang emosi publik. Banyak pihak mengecam keras tindakan perundungan yang dianggap bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan bentuk kekerasan serius yang bisa merenggut masa depan generasi muda.
Keluarga korban mendesak aparat penegak hukum, pihak sekolah, serta instansi terkait untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan memberikan perlindungan nyata bagi seluruh siswa.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa praktik bullying di sekolah tidak boleh dibiarkan dan harus dihentikan sejak dini. (*)









