PCNU dan Pesantren Kabupaten Bekasi Gugat Kebijakan Sembrono Gubernur Jabar

- Redaksi

Rabu, 21 Mei 2025 - 20:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Ijazah bukan hadiah politik!
Pesantren 24 jam mendidik santri dengan mandiri, tapi kini dihadapkan pada kebijakan sepihak yang mengancam eksistensinya.

i

Ijazah bukan hadiah politik! Pesantren 24 jam mendidik santri dengan mandiri, tapi kini dihadapkan pada kebijakan sepihak yang mengancam eksistensinya.

Bandung – Puluhan tokoh pesantren, organisasi keagamaan, dan lembaga pendidikan swasta dari Kabupaten Bekasi turun langsung ke Gedung DPRD Jawa Barat.

Mereka menggugat kebijakan kontroversial Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, terkait penyerahan ijazah secara sukarela oleh sekolah kepada seluruh siswa.

PCNU Kabupaten Bekasi, RMI-NU, Forum Pondok Pesantren (FPP), dan BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) menyatakan keberatan keras atas kebijakan yang dinilai sembrono, sepihak, dan intimidatif itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini kebijakan dzolim! Tidak ada ruang dialog, tidak ada kajian matang. Semua tiba-tiba dan penuh tekanan,” tegas KH. Atok Romli Mustofa, Ketua PCNU Kabupaten Bekasi.

Turut hadir dalam audiensi, antara lain pimpinan DPRD Jabar Acep Jamaludin, anggota DPRD Jabar dari FPKB Bro Rohadi, serta anggota DPRD Kabupaten Bekasi Hasan Basri dan H. Boby.

Baca Juga :  Kiprah Menteri Pariwisata di 100 Hari Kerja, Targetkan Pariwisata Jadi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pesantren Terancam, Pendidikan Terguncang

Gubernur Dedi disebut mengancam sekolah dan pesantren yang menolak kebijakan tersebut dengan pencabutan bantuan pendidikan (BPMU) dan izin operasional. Hal ini, menurut para pengasuh pesantren, berpotensi membuat banyak pesantren kolaps.

“Satu pesantren saja bisa menanggung Rp1 hingga 1,7 miliar biaya tunggakan yang belum dibayar santri. Lalu sekarang dipaksa menyerahkan ijazah begitu saja? Ini sungguh tidak adil,” kata KH. Kholid, Pengasuh Pondok Pesantren Yapink.

Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, tapi sistem kehidupan 24 jam yang mencakup aspek fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan, hingga aktualisasi diri.

Baca Juga :  Desa Cirebon Girang Mangkir Panggilan Sidang KI

Tidak seperti sekolah negeri yang dibiayai penuh oleh pemerintah, pesantren mandiri dan seringkali mengandalkan swadaya.

Generasi Emas Terancam Gagal

Dampak kebijakan ini tak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga menyentuh nilai dan etika pendidikan.

Alumni yang “menyerbu” pesantren untuk menuntut ijazah tanpa membayar kewajiban disebut merusak tatanan moral dan mencederai akhlak.

“Santri jadi tak takdzim kepada guru. Orang tua diajarkan tidak bertanggung jawab. Ini bukan hanya mengancam pesantren, tapi masa depan generasi bangsa,” jelas Muhamad Alim, M.Si, Sekretaris RMI-NU Kabupaten Bekasi.

Bukan Anti Pendidikan Gratis, Tapi…

Para peserta audiensi menegaskan bahwa mereka mendukung pendidikan gratis untuk semua, tapi pemerintah juga harus realistis dan menghargai peran swasta.

Baca Juga :  Kia Gelar Mall Exhibition Ramadhan 2026, All New Carens dan New Sonet Hadir di Bandung & Jakarta

“Faktanya, negara hanya mampu memenuhi 25–35% kebutuhan pendidikan melalui sekolah negeri. Sisanya ditanggung sekolah swasta, termasuk pesantren,” ujar H. M. Syauqi, Ketua BMPS Kabupaten Bekasi.

Tuntutan: Revisi dan Pengecualian untuk Pesantren

Melalui forum audiensi ini, PCNU dan para tokoh pesantren berharap DPRD Jawa Barat menekan Gubernur agar mengevaluasi, merevisi, atau membuat pengecualian atas kebijakan penyerahan ijazah tersebut terhadap pesantren.

“Jangan sampai kebijakan pendidikan malah jadi alat penghancur lembaga yang telah berjasa sejak sebelum Indonesia merdeka,” tutup KH. Atok Romli.

Penulis:

Muhamad Alim, M.Si (Sekretaris RMI-NU Kabupaten Bekasi).

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemensos Libatkan 1.500 Mahasiswa Unhan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat di 182 Titik
BRIN Siapkan Mesin Air 10 Ribu Liter per Hari untuk Sekolah Rakyat
Jelang Dua Tahun Pemerintahan, #PrestasiPrabowo Puncaki Trending X Indonesia
Pemkab Bekasi Bentuk Tim Lintas-OPD Tangani Kemiskinan hingga Desa
Kemendes PDT dan Pemkab Bekasi Perkuat Sinergi Tekan Kemiskinan Desa
Maxim Unity Fest Meriahkan Bandung Indah Plaza, Hadirkan Hiburan dan Doorprize
Wawali Harris Bobihoe Hadiri Maulid Nabi di Pondokgede, Ajak Warga Teladani Rasulullah
Gebrak Pasar di Pasar Baru Bekasi Catat Transaksi Rp129,9 Juta

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Kemensos Libatkan 1.500 Mahasiswa Unhan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat di 182 Titik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:13 WIB

BRIN Siapkan Mesin Air 10 Ribu Liter per Hari untuk Sekolah Rakyat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Jelang Dua Tahun Pemerintahan, #PrestasiPrabowo Puncaki Trending X Indonesia

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Pemkab Bekasi Bentuk Tim Lintas-OPD Tangani Kemiskinan hingga Desa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Kemendes PDT dan Pemkab Bekasi Perkuat Sinergi Tekan Kemiskinan Desa

Berita Terbaru

Petugas gabungan memeriksa lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba dalam operasi di Jakarta Barat.

Jakarta

Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 05:57 WIB