Pendidikan Gratis Cuma Slogan? Wali Murid Dipalak Rp 300 Ribu untuk Perpisahan SMPN 12!

- Redaksi

Selasa, 24 Juni 2025 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, angkat suara dengan nada kecewa dan geram.

i

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, angkat suara dengan nada kecewa dan geram.

Bekasi – Perpisahan sekolah yang seharusnya menjadi momen indah justru menimbulkan keresahan. SMP Negeri 12 Kota Bekasi tengah jadi sorotan usai muncul dugaan komersialisasi acara perpisahan yang dibebankan kepada wali murid hingga Rp 300 ribu per siswa!

Tak tanggung-tanggung, rincian biaya mencakup tiket bioskop Rp 25 ribu, makanan Rp 100 ribu, popcorn dan minum Rp 40 ribu, serta goodie bag seharga Rp 135 ribu. Totalnya? Mencekik bagi sebagian orang tua.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-75

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, angkat suara dengan nada kecewa dan geram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah jelas dari Pemprov Jawa Barat hingga Pemkot Bekasi, tidak boleh ada komersialisasi atau pungutan yang membebani orang tua dalam acara perpisahan sekolah,” tegas Ahmadi saat diwawancarai, Selasa (24/6/2025).

DPRD Akan Pantau Langsung

Politisi dari Fraksi PKB Kota Bekasi ini menyebut, pungutan yang tidak resmi di lingkungan pendidikan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun. Pemerintah, katanya, sudah memberikan fasilitas pendidikan gratis justru untuk meringankan beban keluarga.

“Kalau pungli seperti ini terus terjadi, itu namanya menyalahgunakan kepercayaan orang tua. Kita akan lakukan monitoring ke sekolah tersebut,” ujarnya.

Kepsek Harus Bertanggung Jawab

Ahmadi pun mendesak agar Dinas Pendidikan Kota Bekasi segera memanggil Kepala SMPN 12 guna dimintai klarifikasi atas dugaan pungutan tidak sah tersebut.

“Kalau Disdik tidak bergerak cepat, saya sendiri yang akan datang ke sekolah itu. Jangan sampai dunia pendidikan kita dikotori oleh praktik yang tidak pantas,” pungkasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter
Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa
Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
JTT Siagakan Layanan Operasional Trans Jawa Antisipasi Lonjakan Arus Libur Iduladha 2026
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:16 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:56 WIB

Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:36 WIB

Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:25 WIB

Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Berita Terbaru