Lumpuh 3 Tahun, Rendi Berharap Uluran Tangan Donatur dan Pemkab Cirebon

- Redaksi

Jumat, 5 Juli 2019 - 03:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Masa kecil yang indah dan penuh keceriaan sirna bagi Rendi (8). Warga Desa Kaliwedi Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon itu terbaring lemah tidak bisa beraktifitas seperti anak seusianya sejak berumur 5 tahun.

Selama tiga tahun hingga kini, Rendi yang tinggal bersama orangtuanya sebagai pemulung hanya mendapat pengobatan seadanya. Anak dari pasangan Ade Susanto (34) dan Linda (31) tersebut kondisinya tidak banyak berubah.

Baca Juga :  Disdukcapil Kabupaten Bekasi Berikan Layanan Jemput Bola Untuk Masyarakat

Linda ibu kandung Rendi mengatakan, putranya sejak usia lima tahun terkena panas tinggi. Karena minimnya informasi, dia membawanya ke tukang pijat. Setelah satu minggu kondisinya malah kian memburuk, bahkan kemudian menderita lumpuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat berharap ada perhatian baik pemerintah daerah maupun donatur untuk melakukan pengobatan,” katanya, Selasa (4/7/2019).

Baca Juga :  KPU Kota Cirebon Gelar Simulasi Penerimaan Paslon Jalur Perseorangan

Ironisnya, dengan kondisi seperti itu, karena keterbatasan ekonomi dia tidak mendaftarkan anaknya sebagai peserta BPJS ataupun kartu KIS.

“Kami hanya pekerja serabutan tidak ada biaya untuk berobat. Kami hanya mengobati Rendi dengan obat seadanya, tapi belum ada hasil,” ujarnya.

Melihat kondisi putranya seperti itu, ia merasa bersalah dan sedih saat ingat Rendi masih sekolah merupakan anak yang aktif. “Saya hanya berdoa dan berharap Rendi bisa sehat kembali seperti semula,” katanya.

Baca Juga :  Pj Bupati Bekasi Meninjau Lokasi Kebakaran Gedung Disdik

Penderitaan itu, ditambah Rendi dan keluarganya yang tinggal di rumah dengan ukuran 6 x 6, dan berdiri di atas tanah pekerjaan umum (PU) bantaran Sungai Kaliwedi. 

(uan/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Berita Terbaru