Harga Anjlok, Petani Cengkeh di Kuningan Mengeluh

- Redaksi

Sabtu, 29 Juni 2019 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Kuningan – Beberapa petani cengkeh yang ada di wilayah Kabupaten Kuningan nampaknya tidak begitu semringah. Sebab, harga komoditas cengkeh saat ini tengah anjlok yaitu di bawah Rp100.000/kg untuk cengkeh kering.

Padahal harga tertinggi cengkeh kering bisa mencapai hingga Rp150.000/kg bahkan Rp200.000/kg. Kondisi itu jelas merugikan sebagian besar kalangan petani cengkeh.

Harga yang terbilang cukup rendah, banyak membuat petani cengkeh urung menjual langsung cengkeh yang telah dikeringkan. Tak sedikit pula petani yang menimbun cengkeh keringnya, agar dapat dijual ketika harga cengkeh kembali tinggi.

“Kalau sekarang sih rata-rata harganya kisaran Rp80 ribu sampai paling tinggi paling Rp90 ribu/kg, tergantung kualitas cengkehnya. Itu untuk cengkeh kering, kalau cengkeh basah lebih murah lagi,” kata salah seorang petani cengkeh Desa Haurkuning Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan, Dodo kepada awak media, Jumat (28/6/2019).

Menurutnya, jika musim cengkeh tiba, perekonomian masyarakat desa dapat terbantu dengan pendapatan tambahan dari penjualan cengkeh. Bahkan, warga yang tak memiliki kebuh cengkeh saja bisa meraup untung dari hasil memungut cengkeh yang berjatuhan.

Baca Juga :  Viral Dimedsos, Nenek Curi Sekarung Beras Toko Sembako

“Kalau harga cengkeh murah, para petani dipastikan mengalami penurunan pendapatan. Saat ini kemampuan tengkulak hanya berani membeli dengan harga Rp70 ribuan,” sebutnya.

Dia menyebut, tahun ini hampir semua pohon cengkeh berbuah lebat. Ada sebanyak 15 pohon cengkeh yang ditanam di dataran tinggi daerah Haurkuning. “Alhamdulillah, tahun ini bisa panen cengkeh cukup banyak. Karena pernah dari 15 pohon, ada sekitar 6 pohon gak berbuah, ini juga kan musiman ya,” katanya.

Baca Juga :  7 Ribu Ton Gula Petani Disegel Kemendagri

Dia menambahkan, setiap panen cengkeh basah setiap pohon dapat menghasilkan tiga hingga empat karung. Jika pohon berukuran besar, itu bisa dapat lima sampai enam karung.

“Kadang saya gak petik sendiri cengkehnya, saya jual langsung saat pohon cengkeh berbuah. Jadi tengkulak yang metik saat cengkeh siap panen, istilahnya jual tangkal (jual pohon),” tutupnya. 

(dri/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall
MBZ Naik 76%
Mudik Gratis Bekasi Diserbu Warga! 1.458 Orang Berangkat Pakai 27 Bus ke Solo hingga Surabaya
Tri Adhianto Minta Dedi Mulyadi Percepat Pemisahan Aset Kota dan Kabupaten Bekasi
HUT ke-29 Kota Bekasi, Tri Adhianto dan Harris Bobihoe Hormati Jasa Pahlawan

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Senin, 6 April 2026 - 17:05 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Senin, 6 April 2026 - 10:10 WIB

Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN

Kamis, 2 April 2026 - 11:16 WIB

Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:20 WIB

MBZ Naik 76%

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !