Keterangannya Berbelit, Oknum Guru Ngaji Bikin Kesal Keluarga Korban Pencabulan

- Redaksi

Jumat, 28 Juni 2019 - 16:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Setelah diamankan, AHM terduga pelaku tindak asusila terhadap delapan anak di bawah umur kini tengah menjalani pemeriksaan.

Dalam proses pemeriksaan, AHM dipertemukan dengan keluarga korban. Dalam pertemuan itu, AHM memberikan keterangan berbelit-belit bahkan pelaku terindikasi tidak mengakui perbuatannya.

Keluarga korban pun dibuat kesal, namun mereka menyerahkan dan mempercayakan kasus ini pada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon.

Salah satu keluarga korban, KS mengaku, bertemu dengan pelaku dan empat korban lainnya di ruang unit PPA dan menanyakan tindakan asusila tersebut.

“Saat ditanya penyidik, jawaban pelaku selalu berputar-putar memutarbalikan fakta,” katanya, Kamis (27/6/2019).

Baca Juga :  Dua Pelaku Pencabulan Divonis Hukuman 14 dan 12 Tahun Penjara

Dia menyatakan, para korban sempat dibuat kesal karena pelaku tidak mengakui perbuatannya. “Terjadi perdebatan yang alot dengan pelaku. Dia tidak mengakui perbuatannya,” ujarnya.

Namun, ia dan korban lainnya mempercayakan kasus itu pada Unit PPA Polres Cirebon. Ia berharap, pelaku secepatnya ditetapkan menjadi tersangka.

Baca Juga :  Terkait Pemberitaan Pelecehan Seksual yang Bertolak Belakang, Pihak Rumah Sakit Gunung Jati Angkat Bicara

“Saya tidak sabar, pelaku jadi tersangka. Kalau penanganannya lambat, kami akan laporkan ke KPAI,” pungkasnya.

AHM yang diketahui selama ini merupakan seorang guru ngaji di Desa Babakan, Gebang Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon dilaporkan sejumlah warga, pekan lalu, karena diduga melakukan tindakan asusila kepada muridnya. (uan/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami