Pemkab Indramayu Tingkatkan Cakupan Pelayanan Air Bersih

- Redaksi

Jumat, 26 April 2019 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Indramayu – Sampai saat ini belum semua wilayah di Kabupaten Indramayu terjangkau oleh pelayanan air bersih. Salah satu penyebabnya adalah tingginya biaya investasi yang diperlukan untuk meningkatkan cakupan pelayanan.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Indramayu, Suryono menjelaskan, akibat keterbatasan tersebut, pelayanan air bersih di Kabupaten Indramayu sampai tahun 2018 baru sebesar 59,16% atau 296.282 Sambungan Rumah/SR yang terdiri dari 25,36% (127.008 SR) terlayani melalui Jaringan Perpipaan (PDAM) dan 33,80% (169.273 SR) terlayani melalui Bukan Jaringan Perpipaan (Sumur Bor Air Tanah Dalam, Sumur Dangkal, Mata air).

“Terdapat 4 Kecamatan yang belum mendapat pelayanan melalui jaringan perpipaan (PDAM), yaitu Kecamatan Gantar, Kecamatan Kroya, Kecamatan Cikedung, dan Kecamatan Terisi,” kata Suryono dalamrilis yang diterima IJNews, Jumat (26/4/2019).

Suryono menambahkan, untuk menanggulangi permasalahan air bersih tersebut, pada tahun 2018 lalu pemerintah melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah membangun 5 buah sumur bor dalam yang berada di Desa Widasari Kecamatan Widasari, Desa Drunten Kulon Kecamatan Gabuswetan, Desa Sanca Kecamatan Gantar, Desa Sukaslamet Kecamatan Kroya, dan Desa Kroya, Kecamatan Kroya.

Karena keberadaan sumur bor dalam tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat setempat, maka KemenESDM menghibahkan aset barang milik negara itu kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu agar bisa terus dipelihara dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.

Penandatanganan naskah hibah dan berita acara serah terima barang milik negara dilakukan oleh Bupati Indramayu, Supendi bersama dengan bupati/wali kota lainnya di Melia Purosani Hotel, Yogyakarta, Kamis (25/4/2019) malam.

Baca Juga :  Aniversary ke- 4 Tahun, SSPM Siliwangi: 5 Unit SPK di Hari Special Ceremony Delivery

Bupati Indramayu Supendi mengatakan, pemenuhan air bersih menjadi suatu hal yang harus diupayakan dapat merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari lapisan bawah, menengah sampai lapisan atas.

Upaya pemenuhan pelayanan air besih dilakukan untuk mencapai akses aman air minum 100% pada tahun 2019 sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019 dan target Pelayanan Air Bersih sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yaitu sebesar 60,56% pada tahun 2021.

“Untuk memenuhi target pelayanan air bersih sebesar 60,56 persen pada tahun 2021 maka diperlukan penambahan akses air bersih sebesar 7020 Sambungan Rumah,” tegas Supendi.

Selanjutnya, upaya pemenuhan pelayanan air bersih dilakukan melalui berbagai kegiatan, baik kegiatan pelayanan air bersih dengan cara jaringan perpipaan dari PDAM maupun dengan cara bukan jaringan perpipaan seperti sumur bor air tanah dalam, sumur dangkal, mata air.

Baca Juga :  Dwindo Berlian Samjaya Radin Inten, SPK Hari Ini Dapat Emas 3 Gram

“Hibah sumur bor ini sangat bermanfaat bagi warga Indramayu, khusunya wilayah yang kurang air bersih. Kami akan menjaga dan merawatnya agar lebih bermanfaat lagi. Namun demikian, kita berharap agar program ini bisa terus dilanjutkan dan berkesinambungan,” kata Supendi.

Sementara itu Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudi Suhendar mengatakan, untuk penyerahan hibah kali ini diserahkan kepada 104 kabupaten/kota dengan jumlah sumur bor mencapai 1, 268 unit. “Kami harap sumur bor yang diserahterimakan ini bisa bermanfaat dan bisa dijaga serta dirawat secara bersama-bersama,” tegas Rudi. (gii/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Berita Terbaru