Suharso Manoarfa Bakar Semangat Kader PPP Kabupaten Bekasi

- Redaksi

Senin, 8 April 2019 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Bekasi– Kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa ke Sekretariat DPC PPP Kabupaten Bekasi di Eks RM Gazebo, Cibitung, tampaknya membakar semangat ratusan kader yang hadir, Senin (8/4/2019) pagi.

Mantan menteri Perumahan Rakyat era Presiden SBY itu meminta agar kemenangan PPP linier, mulai dari tingkat kabupaten-kota hingga ke DPR RI.

“Kemenangan harus tegak lurus. Misal di DPR RI 100, provinsi 100, kabupaten 100. Bukan Kabupaten 150, provinsi 170, tapi DPR RI cuma 120,” ucap pria 64 tahun itu pada sambutan.

Dra. Hj. Wardatul Asriah Mendampingi Plt. Ketum DPP PPP Suharjo Manoarfa

“Seringkali suara kita bocor dan tidak dalam satu tabung, tidak satu selongsong. Padahal kita harus satu seperti batang pohon, jadi satu dari bawah, dari DPR RI hasilnya ada sebuah kemenangan untuk PPP,” sambungnya.

Ia melihat ikatan emosional positif antara para kader PPP saat ini tengah menurun. Hal itu ia temui tak hanya di Kabupaten Bekasi, tetapi di seluruh daerah pemilihan (dapil) di pelosok nusantara.

Baca Juga :  Sumbangan Dana Kampanye PPP Minim, Bendahara : Kita Tidak Mengandalkan Bantuan Orang Lain
Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi H. Anwar Musyadad Bincang Santai dengan Plt. Ketum DPP PPP Suharso Manoarfa.

“Ikatan emosi ditingkahi dengan sifat-sifat saling memburukkan, menyikut, menjelekkan. Tidak ada ketulusam keinginan kita bahwa dia juga adalah bagian dari diri kita sendiri. Yang ada kan, ini daerah Ibu Wardah, untuk apa? Mending masuk daerah sana,” katanya sembari memberi contoh kasus.

Massa PPP yang hadir dalam rangka kunjungan Suharso Monoarfa di kali itu didominasi kaum ibu. Anggota DPR RI 2 periode itu menyoroti peran kaum ibu yang cenderung lebih militan dan berpengaruh.

“Kalau ibu-ibu bisa memengaruhi yang sekasur. Jangan sampai juga yang sedapur bocor suaranya, buatlah mereka memilih kakbah,” katanya.

Sedapur yang ia maksud adalah anggota keluarga serumah, seperti anak, menantu, mertua, orang tua dan lainnya.

Lolos parliamentary threshold

Ia meminta para kader PPP di Kabupaten Bekasi tidak mengesampingkan suara untuk DPR RI karena itu penting agar PPP dapat lolos di Senayan.

Baca Juga :  Wow, HAM Pentolan PPP Nyalon Cawabup Bekasi Sebagai Praktisi Hukum

“Bukan suara DPRD provinsi, bukan DPRD kabupaten-kota yang akan dihitung untuk parliamentary threshold. Yang akan menentukan nasib PPP dalam kancah politik nasional adalah suara untuk DPR RI,” kata ayah 3 anak ini.

“Jangan Pak Anwar (Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi, Red) mikir dirinya sendiri. Justru sekarang kita harus pilih yang penting DPR RI. Tidak ada alasan, ajak sebanyak-banyaknya orang untuk memilik. Kalau tak mau coblos A, B, C, D. Saya minta ‘Yuk, coblos kakbah!”,” sambungnya.

Kader PPP Kabupaten Bekasi. (Andi Saddam/pojokbekasi.com)

Ia memberi sedikit gambaran mengenai berapa banyak yang harus dicapai PPP agar lolos parliamentary threshold. Misalkan total ada 160 juta surat suara sah. Angka itu sudah dikurangi surat suara tidak sah dan surat suara rusak.

“PPP harus mendapatkan angka 6,8 juta suara. Kalau tidak capai angka itu, kurang satu pun, batal. Boleh punya anggota DPRD provinsi dan kabupaten, tapi partai kita tidak eksis secara nasional,” katanya.

Baca Juga :  Paslon Ade Kuswara - Asep Mulai dari Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur

Sisa waktu efektif untuk berkampanye sebanyak 5 hari ke depan dapat dimanfaatkan para kader, pesan Suharso. Ia mengaku optimistis melihat pergerakan PPP di Kabupaten Bekasi.

“Jadi hari ini, sampai 5 hari ke depan. Saya percaya sama ibu-ibu yang jalannya lebih panjang dan lebih luas. Saya optimistis kalau lihat ibu-ibu seperti ini,” demikian Suharso.

4 Lembaga Survei: PPP belum lolos parliamentary threshold

Berdasarkan survei LSI Denny JA pada 18-26 Maret 2019, PPP tidak termasuk partai politik yang lolos parliamentary threshold dengan suara di bawah 5 persen.

Hasil yang sama juga terdapat pada survei CSIC pada 15-22 Maret 2019, PPP hanya meraup 4,3 persen suara.

Pada survei Roy Morgan, PPP meraih 3 persen suara. Pada survei Konsep Indonesia, PPP hanya meraup 2,2 persen.

Itu berbeda dengan survei Indikator Politik Indonesia, PPP lolos parliamentary threshold dengan perolehan 4,9 persen.

(ziz/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eks Kabid Pasar Disdagperin Kota Bekasi Jadi Tersangka, Diduga Minta Rp80 Juta untuk Alih Kelola MCK
Kabupaten Bekasi Berfiskal Tinggi, Mengapa Fasilitas SMPN 2 Tambelang Masih Memprihatinkan?
Plt Bupati Bekasi Resmi Buka TMMD ke-129, Percepat Pemerataan Pembangunan di Wilayah Selatan
Damkar Kabupaten Bekasi Gerak Cepat Padamkan Kebakaran 4 Kios di Pasar Tambun Selatan
Fraksi PKB Soroti Temuan BPK hingga SiLPA Tinggi dalam Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi
Proyek IPAL Jadi Sorotan, Plt Bupati Bekasi Minta Dua Dinas Beri Penjelasan
Demokrat Kabupaten Bekasi Gencarkan Aksi Sosial Jelang HUT ke-24, Donor Darah hingga Tanam 2.000 Mangrove
Plt. Bupati Bekasi Akan Panggil Direktur RSUD, Soroti Pelayanan hingga Kondisi Keuangan

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:29 WIB

Eks Kabid Pasar Disdagperin Kota Bekasi Jadi Tersangka, Diduga Minta Rp80 Juta untuk Alih Kelola MCK

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:42 WIB

Plt Bupati Bekasi Resmi Buka TMMD ke-129, Percepat Pemerataan Pembangunan di Wilayah Selatan

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:51 WIB

Damkar Kabupaten Bekasi Gerak Cepat Padamkan Kebakaran 4 Kios di Pasar Tambun Selatan

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:11 WIB

Fraksi PKB Soroti Temuan BPK hingga SiLPA Tinggi dalam Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:42 WIB

Proyek IPAL Jadi Sorotan, Plt Bupati Bekasi Minta Dua Dinas Beri Penjelasan

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami